
Panduan Tata Cara dan Bacaan
Secara umum, gerakan salat tasbih sama dengan salat sunnah lainnya, namun terdapat tambahan rangkaian tasbih di setiap rukunnya.
- Niat
Untuk pelaksanaan malam hari (2 rakaat):
- Lafal: Ushallii sunnatat-Tasbiihi rak’ataini lillaahi Ta’aalaa.
- Artinya: “Aku berniat melaksanakan salat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
- Kalimat Tasbih yang Dibaca
Lafal tasbih yang diulang-ulang adalah:
Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil azhiimi.
- Distribusi Tasbih (75 kali per rakaat)
- 15 kali: Setelah membaca surah pendek (saat berdiri).
- 10 kali: Saat posisi rukuk.
- 10 kali: Saat posisi iktidal.
- 10 kali: Saat sujud pertama.
- 10 kali: Saat duduk di antara dua sujud.
- 10 kali: Saat sujud kedua.
- 10 kali: Saat duduk sejenak sebelum bangkit (duduk istirahat) atau sebelum salam.
Mengapa Kita Perlu Mengamalkannya?
Menurut Rizem Aizid dalam Aktivitas Mukjizat Hari Jumat, salat tasbih bukan sekadar ritual, melainkan sarana pembersihan jiwa yang sangat kuat. Selain dijanjikan pengampunan dosa sebanyak “gundukan pasir”, ibadah ini menjadi medium untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui zikir intensif.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS Ar-Ra’d ayat 28, yang menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Allah (berzikir), hati manusia akan menemukan ketenangan yang sejati.
Dengan mengamalkan salat tasbih, seorang hamba tidak hanya menggugurkan beban dosanya, tetapi juga meraih kedamaian batin di tengah hiruk-pikuk dunia.
Salat tasbih adalah investasi spiritual yang sangat berharga. Meski terlihat memiliki bacaan yang panjang, kemudahan yang diberikan Rasulullah SAW dalam frekuensi pelaksanaannya menunjukkan bahwa pintu ampunan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau berusaha.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















