USS Gerald R. Ford Tinggalkan Timur Tengah: Insiden Kebakaran dan Evaluasi Teknis di Yunani

USS Gerald R. Ford
USS Gerald R. Ford Tinggalkan Timur Tengah: Insiden Kebakaran dan Evaluasi Teknis di Yunani. (Foto: NTB via REUTERS)

BOGORTODAY.COM – Kapal induk terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, dilaporkan telah keluar dari zona operasi di Timur Tengah.

Langkah ini diambil setelah kapal raksasa tersebut mengalami insiden kebakaran internal pada awal Maret 2026.

Saat ini, kapal tersebut telah bersandar di Pangkalan Angkatan Laut Souda, Pulau Kreta, Yunani, untuk menjalani proses perbaikan dan pemeliharaan intensif.

Kronologi Insiden Kebakaran

Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip pada Rabu (25/3/2026), kebakaran bermula dari area binatu (laundry) utama kapal.

Meskipun Pentagon menegaskan bahwa insiden ini murni kecelakaan teknis dan tidak terkait dengan aktivitas tempur melawan Iran, dampaknya cukup signifikan.

Respons pengendalian kerusakan (damage control) dilakukan secara besar-besaran oleh kru kapal. Akibat kejadian tersebut, sekitar 600 personel militer terpaksa dievakuasi dari area tidur mereka yang terdampak asap dan kerusakan struktural.

BACA JUGA :  Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Aktivitas Penerbangan Sempat Lumpuh

Masalah Sistemik dan Kelayakan Operasional

Selain insiden kebakaran, penarikan USS Gerald R. Ford mengungkap tabir persoalan yang lebih mendalam terkait kesiapan tempurnya. Kantor pengujian Pentagon merilis penilaian terbaru yang menyoroti beberapa keraguan atas sistem vital kapal, di antaranya:

  • Keandalan Sistem Peluncuran: Keraguan pada efektivitas sistem peluncuran dan pendaratan jet tempur generasi terbaru.
  • Radar dan Logistik Senjata: Masalah pada fungsi radar serta lift pengangkut amunisi dari ruang kargo ke dek penerbangan.
  • Ketahanan Tempur: Minimnya data pengujian yang membuktikan apakah kapal ini mampu tetap beroperasi secara optimal jika terkena hantaman langsung dari musuh dalam kondisi perang yang realistis.

Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun kapal telah diserahkan hampir satu dekade lalu, data mengenai “efektivitas operasional” dalam skenario pertempuran berkelanjutan masih dianggap belum mencukupi.

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Tekanan Operasional yang Berlebihan

USS Gerald R. Ford telah menjalani masa penugasan yang melampaui batas normal. Sejak dikerahkan pada Juni 2025, kapal ini telah berada di laut selama kurang lebih sembilan bulan—dua bulan lebih lama dari standar pengerahan biasanya yang hanya tujuh bulan.

Sebelum ditarik ke Yunani, kapal induk ini memiliki cakupan operasi yang sangat luas, mulai dari misi di wilayah Karibia (terkait eskalasi di Venezuela) hingga penguatan armada AS di Laut Merah dan Timur Tengah bersama USS Abraham Lincoln dalam upaya membendung pengaruh militer Iran.

Langkah Selanjutnya

Kehadiran USS Gerald R. Ford di Yunani menandai fase krusial bagi Departemen Pertahanan AS untuk mengevaluasi apakah kapal induk kelas terbaru ini benar-benar siap menghadapi konflik berskala besar atau masih membutuhkan perombakan sistematis pada teknologi intinya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================