BOGORTODAY.COM – Pernahkah Anda merasa gatal-gatal di kulit semakin menjadi-jadi setelah mengonsumsi makanan tertentu? Ternyata, rasa gatal tidak selalu berasal dari faktor eksternal seperti debu atau gigitan serangga. Apa yang kita makan memegang peranan krusial dalam memicu atau memperburuk reaksi kulit.
Mengutip Very Well Health, gatal-gatal sering kali merupakan sinyal dari sistem imun yang salah mengidentifikasi protein makanan sebagai ancaman berbahaya. Reaksi ini bisa muncul hanya dalam hitungan menit hingga beberapa jam.
Agar kondisi kulit tidak semakin meradang, berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya Anda hindari saat sedang gatal-gatal.
- Kelompok Kacang-Kacangan
Kacang tanah maupun kacang pohon (tree nuts) seperti mete, almond, dan kenari adalah pemicu alergi yang paling agresif. Menurut WebMD, reaksi alerginya tidak hanya terbatas pada ruam kulit, tetapi bisa menyebar ke area mulut hingga tenggorokan.
Dalam kasus ekstrem, konsumsi kacang bagi yang sensitif dapat memicu anafilaksis, yakni reaksi alergi berat yang mengancam nyawa.
- Seafood (Boga Bahari)
Udang, kepiting, cumi-cumi, dan lobster merupakan deretan makanan laut yang paling sering menyebabkan biduran atau gatal hebat.
Uniknya, alergi seafood sering kali baru muncul saat seseorang menginjak usia dewasa dan biasanya bersifat menetap seumur hidup. Hati-hati juga dengan kontaminasi silang saat makan di restoran yang menyajikan menu laut.
- Ikan Laut dan Air Tawar
Meski berbeda dengan kelompok kerang-kerangan, jenis ikan seperti salmon, tuna, kakap, hingga belut tetap berisiko bagi pemilik kulit sensitif.
Selain ikan segar, Anda juga perlu mencermati produk turunannya seperti saus ikan atau suplemen omega-3 yang mungkin masih mengandung protein pemicu gatal.
- Telur
Bagian putih telur mengandung protein yang sering memicu reaksi kulit, terutama pada anak-anak. Selain gatal dan ruam, telur sering kali menjadi dalang di balik kambuhnya eksim yang disertai rasa panas dan gatal yang tidak tertahankan.
- Susu Hewani dan Olahannya
Penting untuk membedakan antara intoleransi laktosa dengan alergi susu. Pada kasus gatal-gatal, tubuh bereaksi terhadap protein susu, bukan gulanya.
Hindari semua produk turunan susu seperti keju, yogurt, mentega, hingga es krim sampai kondisi kulit Anda benar-benar pulih.
- Gandum
Gandum adalah bahan dasar yang sangat umum ditemukan pada roti, pasta, dan mie. Bagi individu dengan riwayat asma atau eksim, gandum bisa memicu reaksi gatal dan biduran.
Pastikan Anda memeriksa label kemasan untuk menghindari kandungan gluten atau gandum saat kulit sedang bermasalah.
- Kedelai dan Produk Kedelai
Tahu, tempe, hingga kecap seringkali luput dari perhatian. Padahal, kedelai merupakan alergen yang cukup umum.
Reaksi yang muncul biasanya berupa gatal atau kesemutan di area wajah dan bibir, yang kemudian bisa menyebar ke seluruh tubuh.
Tambahan: Iritan Lainnya
Selain tujuh daftar di atas, beberapa bahan pangan bersifat iritan atau memicu Oral Allergy Syndrome.
Buah-buahan asam seperti jeruk dan sayuran seperti tomat dapat menyebabkan sensasi gatal di area mulut dan bibir bagi sebagian orang.
Catatan Penting: Jika gatal-gatal yang Anda alami disertai dengan sesak napas, pembengkakan di wajah/lidah, atau pusing yang hebat, segera hubungi bantuan medis. Itu adalah tanda reaksi alergi berat yang memerlukan penanganan darurat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















