Konflik Lebanon Memanas: Israel Perluas Zona Penyangga, Hizbullah Tolak Diplomasi di Bawah Tekanan

Respons Agresif Hizbullah

Di sisi lain, Hizbullah menunjukkan perlawanan sengit dengan mengklaim telah melancarkan lebih dari 80 serangan dalam sehari—jumlah harian tertinggi selama konflik berlangsung.

Serangan tersebut menyasar sembilan kota perbatasan serta lokasi militer di pusat Israel yang memicu sirine peringatan di berbagai titik.

Pihak militer Israel melaporkan adanya korban luka di jajaran mereka, termasuk satu tentara yang mengalami luka parah akibat hantaman roket di Lebanon selatan.

Meski demikian, sistem pertahanan udara Israel dikabarkan berhasil mencegat enam roket yang menuju wilayah tengah.

BACA JUGA :  Safari Jurnalis PWI Kabupaten Bogor Sambangi Sukajaya, Perkuat Sinergi Pers dan Masyarakat

Diplomasi yang Menemui Jalan Buntu

Di tengah desakan internasional, jalan menuju perdamaian tampak masih tertutup rapat:

  • Posisi Hizbullah: Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, secara tegas menolak berunding selama serangan Israel masih berlangsung. Baginya, negosiasi dalam kondisi tertekan sama saja dengan dipaksa menyerah.
  • Tawaran Lebanon: Presiden Lebanon sempat mengusulkan negosiasi langsung dengan Israel—sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, usulan ini ditolak oleh pihak Israel.
  • Peringatan PBB: Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan penghentian baku tembak segera. Ia memperingatkan agar Lebanon selatan tidak dijadikan medan tempur dengan “model Gaza”, yang berisiko memicu pengungsian besar-besaran dan krisis kemanusiaan yang lebih parah.
BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Sebagai informasi, ketegangan ini bermula sejak 2 Maret lalu, ketika Hizbullah mulai menghujani Israel dengan roket sebagai aksi balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================