
Senyawa ini bekerja dengan cara yang sangat spesifik untuk meredam reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh terhadap pemicu alergi (alergen).
Dalam uji laboratorium, senyawa 4-OH-PLA terbukti mampu:
- Menurunkan Kadar IgE: Senyawa ini mengurangi produksi Imunoglobulin E (IgE), yakni antibodi utama yang memicu gejala gatal, eksim, hingga sesak napas saat tubuh terpapar alergen.
- Efisiensi Tinggi: Kehadiran 4-OH-PLA mampu menekan produksi IgE hingga 60 persen tanpa mengganggu fungsi antibodi penting lainnya dalam tubuh.
- Pencegahan Dini: Bayi yang memiliki kolonisasi Bifidobacterium yang kuat sejak lahir cenderung memiliki sistem imun yang lebih stabil hingga usia lima tahun.
Bagaimana Bayi Mendapatkan Bakteri Baik Ini?
Spesialis imunologi Rasmus Kaae Dehli dari DTU menekankan bahwa alam telah menyediakan cara natural bagi bayi untuk memperoleh bakteri pelindung ini. Beberapa faktor pendukungnya antara lain:
- Persalinan Normal: Bayi yang lahir melalui persalinan pervaginam memiliki peluang 14 kali lebih besar untuk mendapatkan bakteri ini dibandingkan metode lainnya.
- ASI Eksklusif: Pemberian air susu ibu secara konsisten membantu meningkatkan jumlah Bifidobacterium di dalam saluran cerna.
- Interaksi Sosial: Kontak fisik dengan saudara kandung atau anak kecil lainnya di masa kanak-kanak juga berkontribusi pada keragaman mikroba usus.
Masa Depan Pencegahan Penyakit Kronis
Mengingat gaya hidup modern terkadang membuat keberadaan bakteri ini menjadi langka, tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Susanne Brix Pedersen mulai melirik inovasi medis sebagai solusi cadangan.
Beberapa potensi pengembangan di masa depan meliputi:
- Suplemen Probiotik: Pemberian suplemen khusus bagi ibu menyusui agar bakteri baik dapat tersalurkan kepada bayi.
- Susu Formula Terfortifikasi: Memperkaya susu formula dengan Bifidobacterium atau metabolit murninya untuk membantu pembentukan sistem imun pada bulan-bulan awal kelahiran.
Meskipun penemuan ini telah dipatenkan sebagai langkah pencegahan, tim peneliti mengingatkan bahwa untuk keperluan pengobatan asma pada pasien dewasa, masih diperlukan uji klinis mendalam yang diperkirakan memakan waktu hingga satu dekade.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















