
“Di Citeureup ada sentra industri logam yang sudah lama berkembang. Produk yang dihasilkan antara lain loyang, oven, hingga berbagai peralatan industri makanan,” ungkap Mely.
Mely mengungkapkan, sentra industri tersebut memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan mendukung berbagai sektor usaha, khususnya di bidang kuliner dan industri makanan.
Di sisi lain, kinerja perdagangan Kabupaten Bogor juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang ada, Kabupaten Bogor tercatat sebagai salah satu daerah penyumbang ekspor terbesar di Jawa Barat.
“Kalau melihat data, Kabupaten Bogor termasuk tiga besar penyumbang ekspor di Jawa Barat pada semester pertama tahun 2025,” ungkapnya.
Selain itu, Disdagin juga terus memperluas akses pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kemitraan dengan ritel modern. Produk-produk UMKM yang telah memenuhi standar kualitas, kemasan, dan branding didorong untuk dapat dipasarkan di toko modern.
“Kami menjembatani kemitraan antara UMKM dengan toko modern. Produk-produk UMKM kami kurasi terlebih dahulu agar memenuhi standar kualitas, kemasan, dan branding sehingga bisa masuk ke pasar ritel modern,” kata Mely.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap para pelaku usaha lokal dapat terus berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Harapannya produk-produk lokal Kabupaten Bogor tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” tutup Mely.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















