Penjualan Mobil di AS Diprediksi Melemah, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Terasa

AS
Penjualan Mobil di AS Diprediksi Melemah, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Terasa. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pasar otomotif di Amerika Serikat diperkirakan mengalami perlambatan pada kuartal pertama 2026. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk industri kendaraan.

Laporan dari Edmunds menyebutkan bahwa penjualan mobil di AS pada periode tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 3,7 juta unit. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Ekonom dari Cox Automotive, Charlie Chesbrough, menilai bahwa konflik yang terus memanas di Timur Tengah telah menambah ketidakpastian di pasar kendaraan.

Situasi semakin kompleks setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari. Kondisi ini mendorong lonjakan harga minyak global hingga lebih dari 50 persen, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di AS.

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Harga BBM di negeri tersebut dilaporkan menembus sekitar 4 dolar AS per galon, sehingga menekan daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================