Penjualan Mobil di AS Diprediksi Melemah, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Terasa

Selain faktor geopolitik, Edmunds juga menyoroti sejumlah penyebab lain yang turut memengaruhi penurunan penjualan, seperti cuaca ekstrem serta tantangan keterjangkauan harga kendaraan.

Sebelumnya, pasar otomotif sempat mengalami lonjakan penjualan akibat kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Namun, efek tersebut kini mulai mereda sehingga membuat perbandingan penjualan tahunan terlihat menurun cukup tajam.

Meski demikian, sejumlah produsen masih bersikap hati-hati dalam menilai dampak jangka panjang dari situasi ini. Toyota, misalnya, menyatakan bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan global sebelum menarik kesimpulan lebih jauh. Untuk kuartal pertama tahun ini, penjualan Toyota diperkirakan hanya turun tipis sekitar 0,1 persen.

BACA JUGA :  Cegah Longsor di Trase Baru Batutulis, Wali Kota Bogor Siapkan Skema Penanaman Pohon Penahan Tebing

Di tengah tekanan pasar kendaraan konvensional, segmen mobil listrik justru menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik. Analis memperkirakan Tesla mampu mencatatkan penjualan sekitar 365 ribu unit pada kuartal pertama 2026, meningkat 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal sebelumnya.

BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

Ketegangan geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, memberikan dampak signifikan terhadap industri otomotif AS. Kenaikan harga energi dan ketidakpastian ekonomi membuat pasar kendaraan melambat, meskipun segmen mobil listrik masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah situasi tersebut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================