BOGORTODAY.COM – Anggapan bahwa laki-laki memiliki usia harapan hidup lebih pendek dibanding perempuan sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari obrolan santai hingga candaan di media sosial, hal ini kerap dianggap sekadar stereotip. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa fenomena tersebut memang memiliki dasar ilmiah.
Risiko Kematian Lebih Tinggi pada Laki-Laki
Sejumlah studi jangka panjang menemukan bahwa laki-laki memiliki peluang meninggal lebih besar dibanding perempuan.
Salah satu penelitian yang mengamati data selama hampir dua dekade menunjukkan adanya selisih signifikan dalam angka kematian, terutama yang berkaitan dengan penyakit jantung.
Dalam banyak kasus, penyakit kardiovaskular menjadi penyumbang utama tingginya angka kematian pada laki-laki. Bahkan, risiko kematian akibat penyakit ini bisa jauh lebih tinggi dibanding perempuan.
Pola ini tidak muncul sekali dua kali, melainkan konsisten dalam berbagai penelitian dan kelompok populasi.
Tidak Hanya Soal Gaya Hidup
Selama ini, perbedaan tersebut sering dikaitkan dengan kebiasaan hidup. Laki-laki dinilai lebih rentan menjalani pola hidup kurang sehat, seperti merokok, jarang melakukan pemeriksaan medis, serta kurang menjaga pola makan.
Meski faktor tersebut berperan, para ahli menegaskan bahwa penyebabnya tidak sesederhana itu. Ada aspek biologis yang turut memengaruhi, mulai dari hormon, sistem kekebalan tubuh, hingga perbedaan struktur genetik antara laki-laki dan perempuan.
Peran Kromosom dan Sistem Tubuh
Secara genetik, laki-laki memiliki kromosom XY, sedangkan perempuan XX. Perbedaan ini ternyata berdampak pada daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















