Rerouting Angkot ke Pasar Jambu Dua Belum Optimal, Dishub Kota Bogor Terkendala Fasilitas Terminal

Tumpukan material pembangunan pelebaran jalan terlihat di ruas penghubung Jalan Ciremai Ujung–Ahmad Yani, yang menjadi akses utama menuju Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Rabu (16/7/2025). (Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengalihkan rute angkutan kota (angkot) masuk ke kawasan Pasar Jambu Dua hingga kini masih menemui jalan buntu. Dari sejumlah trayek yang direncanakan dalam skema penataan, baru armada angkot trayek 08 AKDP yang telah resmi melayani akses langsung ke area pasar tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menegaskan bahwa kebijakan rerouting (perubahan rute) tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyebut diperlukan komunikasi intensif dengan para pengemudi serta organisasi angkutan guna mencapai titik temu.

BACA JUGA :  Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Kebon Kembang, Perumda PPJ dan BSI Resmikan Sales Outlet Lapak

“Prosesnya tidak bisa terburu-buru. Kami masih terus melakukan pendekatan dengan Organda karena kebijakan rerouting ini membutuhkan kesepahaman bersama di lapangan,” ujar Sujatmiko, pada Jumat (3/4/2026).

Menurut Sujatmiko, kehadiran trayek 08 AKDP dinilai sudah cukup mewakili kebutuhan transportasi ke pasar untuk sementara waktu. Mengingat jumlah armadanya yang mencapai sekitar 500 unit, Dishub memilih bersikap hati-hati dalam menambah trayek lain demi menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

Namun, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah minimnya infrastruktur penunjang di kawasan Pasar Jambu Dua. Hingga sekarang, pasar tersebut belum memiliki fasilitas terminal atau kantong parkir yang memadai untuk menampung volume angkot dalam jumlah besar.

“Jika semua trayek dipaksakan masuk tanpa dukungan fasilitas terminal, justru akan memicu kemacetan baru. Sementara itu, ketersediaan lahan untuk pembangunan terminal di lokasi tersebut memang sangat terbatas,” jelasnya.

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================