
Di sisi lain, belum optimalnya akses transportasi ini menjadi keluhan para pedagang, terutama bagi mereka yang merupakan pindahan dari kawasan Pasar Bogor. Akses angkutan umum dianggap sebagai urat nadi untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan mendongkrak omzet penjualan.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, menyampaikan bahwa kehadiran angkot di dalam area pasar merupakan permintaan utama para pedagang agar aktivitas jual beli semakin bergairah.
“Harapan pedagang jelas, mereka ingin angkot masuk ke area pasar supaya akses pembeli lebih mudah dan pasar menjadi lebih ramai,” ungkap Jenal.
Jenal mengatakan, Pasar Jambu Dua sendiri saat ini menampung ratusan pedagang kaki lima (PKL) hasil relokasi.
“Dari total 254 pedagang yang telah memesan tempat, aktivitas perdagangan mulai terlihat didominasi oleh komoditas sayur dan buah yang beroperasi pada malam hingga pagi hari,” pungkas Jenal.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















