Rerouting Angkot ke Pasar Jambu Dua Belum Optimal, Dishub Kota Bogor Terkendala Fasilitas Terminal

BOGORTODAY.COM – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengalihkan rute angkutan kota (angkot) masuk ke kawasan Pasar Jambu Dua hingga kini masih menemui jalan buntu. Dari sejumlah trayek yang direncanakan dalam skema penataan, baru armada angkot trayek 08 AKDP yang telah resmi melayani akses langsung ke area pasar tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menegaskan bahwa kebijakan rerouting (perubahan rute) tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyebut diperlukan komunikasi intensif dengan para pengemudi serta organisasi angkutan guna mencapai titik temu.

“Prosesnya tidak bisa terburu-buru. Kami masih terus melakukan pendekatan dengan Organda karena kebijakan rerouting ini membutuhkan kesepahaman bersama di lapangan,” ujar Sujatmiko, pada Jumat (3/4/2026).

Menurut Sujatmiko, kehadiran trayek 08 AKDP dinilai sudah cukup mewakili kebutuhan transportasi ke pasar untuk sementara waktu. Mengingat jumlah armadanya yang mencapai sekitar 500 unit, Dishub memilih bersikap hati-hati dalam menambah trayek lain demi menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

BACA JUGA :  Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Kebon Kembang, Perumda PPJ dan BSI Resmikan Sales Outlet Lapak

Namun, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah minimnya infrastruktur penunjang di kawasan Pasar Jambu Dua. Hingga sekarang, pasar tersebut belum memiliki fasilitas terminal atau kantong parkir yang memadai untuk menampung volume angkot dalam jumlah besar.

“Jika semua trayek dipaksakan masuk tanpa dukungan fasilitas terminal, justru akan memicu kemacetan baru. Sementara itu, ketersediaan lahan untuk pembangunan terminal di lokasi tersebut memang sangat terbatas,” jelasnya.

Di sisi lain, belum optimalnya akses transportasi ini menjadi keluhan para pedagang, terutama bagi mereka yang merupakan pindahan dari kawasan Pasar Bogor. Akses angkutan umum dianggap sebagai urat nadi untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan mendongkrak omzet penjualan.

BACA JUGA :  Sambut HJB ke-544, Perumda Pasar Pakuan Jaya Gelar 'Bazar Semarak' di Blok F Trade Center

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, menyampaikan bahwa kehadiran angkot di dalam area pasar merupakan permintaan utama para pedagang agar aktivitas jual beli semakin bergairah.

“Harapan pedagang jelas, mereka ingin angkot masuk ke area pasar supaya akses pembeli lebih mudah dan pasar menjadi lebih ramai,” ungkap Jenal.

Jenal mengatakan, Pasar Jambu Dua sendiri saat ini menampung ratusan pedagang kaki lima (PKL) hasil relokasi.

“Dari total 254 pedagang yang telah memesan tempat, aktivitas perdagangan mulai terlihat didominasi oleh komoditas sayur dan buah yang beroperasi pada malam hingga pagi hari,” pungkas Jenal.

Bagi Halaman

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================