
Bagian dari Perencanaan Misi NASA
Badan antariksa NASA sebenarnya telah memprediksi kemungkinan terjadinya fenomena ini berdasarkan perhitungan jalur dan posisi misi. Meski demikian, menyaksikannya secara langsung tetap menjadi pengalaman yang luar biasa, bahkan bagi astronaut berpengalaman sekalipun.
Misi Artemis II sendiri menandai penerbangan berawak pertama ke sekitar Bulan sejak era Apollo program lebih dari lima dekade lalu. Diluncurkan pada 1 April 2026, misi ini menjadi tahap penting sebelum pelaksanaan Artemis III yang direncanakan membawa manusia kembali mendarat di permukaan Bulan.
Rekor dan Pencapaian Penting
Selama menjalankan misi, kru Artemis II tidak hanya menguji sistem pendukung kehidupan dan navigasi di ruang angkasa dalam, tetapi juga mencatat berbagai pencapaian baru. Salah satunya adalah memecahkan rekor sebagai manusia yang melakukan perjalanan terjauh dari Bumi, melampaui pencapaian sebelumnya dari misi Apollo 13.
Mereka juga berhasil mengabadikan sejumlah pemandangan ikonik, seperti fenomena “Earthrise”, yaitu momen ketika Bumi terlihat muncul dari cakrawala Bulan, serta sisi gelap Bulan yang jarang terekspos.
Fenomena “gerhana Matahari pribadi” yang disaksikan kru Artemis II menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam eksplorasi luar angkasa modern. Tidak hanya menghadirkan keindahan visual yang menakjubkan, peristiwa ini juga membuka peluang baru untuk penelitian ilmiah yang lebih mendalam.
Misi Artemis II sendiri dijadwalkan berlangsung sekitar 10 hari sebelum kembali ke Bumi, dengan berbagai data dan dokumentasi yang akan terus dipublikasikan oleh NASA dalam waktu dekat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















