Wanita 45 Tahun Berisiko Tinggi Mengalami Lemak Hati Akibat Menopause

Perlemakan hati: Nyaris tanpa gejala

Perlemakan hati, baik yang disebabkan alkohol maupun non-alkohol, adalah kondisi akumulasi lemak berlebih di hati. Pada tahap awal, penyakit ini jarang menimbulkan gejala, sehingga sering tidak terdeteksi. Tanpa penanganan, kondisi ini bisa berkembang menjadi fibrosis, sirosis, atau bahkan kanker hati.

Sebelum menopause, wanita relatif terlindungi oleh estrogen, sehingga risiko perlemakan hati lebih rendah dibanding pria. Setelah menopause, perlindungan ini hilang, membuat wanita berusia 45 tahun lebih rentan.

BACA JUGA :  Sarwendah Ingin Perselisihan dengan Ruben Onsu Segera Tuntas Demi Anak-anak

Beberapa indikator dini yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Lingkar perut yang meningkat meski berat badan stabil
  • Kelelahan berkepanjangan
  • Peningkatan ringan enzim hati
  • Riwayat PCOS, diabetes, atau kolesterol tinggi

Pencegahan dan gaya hidup sehat
Laksmi menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui gaya hidup sehat, termasuk:

  • Diet seimbang tinggi protein
  • Strength training dan olahraga aerobik rutin, tidak hanya jalan kaki
  • Menjaga berat badan ideal
  • Tidur cukup dan manajemen stres
  • Pemeriksaan kesehatan rutin
BACA JUGA :  Resep Bolu Tape Lembut dan Harum, Cocok untuk Teman Minum Teh

Dengan perhatian terhadap gaya hidup dan deteksi dini, risiko perlemakan hati pada wanita pasca-menopause bisa ditekan.

Perubahan hormon memang alami, tetapi langkah preventif tetap krusial untuk menjaga kesehatan hati dan metabolisme tubuh.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================