
“Kalau kami sendiri, selaku pendidik sekaligus pengajar, ya cemburu. Kita ini yang benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa, tapi abai menurut saya,” ujarnya.
Halim mengungkapkan, para guru honorer kerap menghadapi hambatan birokrasi dalam mengakses dana sertifikasi. Kondisi itu, kata dia, mempertegas kesenjangan kesejahteraan yang dinilai sudah sangat jauh antara tenaga pendidik dan pegawai program pemerintah lainnya.
Ia pun menuntut evaluasi atas kebijakan pengadaan motor listrik tersebut. Halim juga menyinggung sikap sebagian anggota DPR saat pihaknya mengajukan audiensi terkait nasib guru honorer.
“Bahasanya ada seperti itu juga. Jangan banyak menuntut, katanya,” tutup Halim.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















