Jarang Sarapan Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Serotonin terbentuk dari asam amino bernama Triptofan. Agar zat ini bisa masuk ke otak, tubuh membutuhkan bantuan Insulin yang biasanya meningkat setelah makan, termasuk saat sarapan.

Ketika seseorang melewatkan sarapan, produksi insulin tidak meningkat secara optimal. Akibatnya, triptofan sulit mencapai otak dan pembentukan serotonin bisa terganggu. Kondisi ini membuat suasana hati menjadi kurang stabil sejak awal hari, sehingga seseorang lebih mudah merasa cemas, stres, atau mengalami perubahan mood.

BACA JUGA :  Resep Bubur Kacang Hijau, Menu Sarapan Hangat dan Bergizi

Selain berpengaruh pada hormon, sarapan juga berfungsi memenuhi kebutuhan nutrisi otak. Makanan seperti biji-bijian, telur, dan sayuran mengandung zat penting yang mendukung fungsi kognitif serta menjaga kesehatan mental.

Sebaliknya, tidak sarapan dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi dan nutrisi, yang dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi konsentrasi dan kestabilan emosi.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara sarapan dan kesehatan mental masih bersifat keterkaitan, bukan sebab-akibat langsung. Artinya, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan mekanisme yang lebih pasti.

BACA JUGA :  Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak agar Makeup Tahan Lama dan Tidak Mudah Luntur

Namun, temuan ini menjadi pengingat bahwa sarapan bukan sekadar rutinitas harian. Kebiasaan sederhana ini berperan penting dalam membantu tubuh dan otak memulai hari dengan kondisi yang lebih seimbang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================