
BOGORTODAY.COM – Setiap manusia tentu memiliki keinginan, harapan, serta persoalan hidup yang ingin segera menemukan jalan keluar. Dalam ajaran Islam, salah satu amalan yang dianjurkan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT adalah sholat hajat.
Ibadah ini diyakini sebagai sarana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon kemudahan atas berbagai urusan.
Sering kali kita mendengar bahwa waktu terbaik untuk berdoa adalah pada sepertiga malam terakhir. Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan waktu tersebut. Karena itu, muncul pertanyaan: apakah sholat hajat tetap boleh dilakukan di waktu dhuha?
Bolehkah Sholat Hajat Dilakukan Saat Dhuha?
Sholat hajat termasuk dalam kategori sholat sunnah yang tidak terikat waktu tertentu. Artinya, ibadah ini bisa dikerjakan kapan saja selama tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk sholat.
Dengan demikian, melaksanakan sholat hajat di waktu dhuha diperbolehkan dan tetap sah. Hal ini menjadi kemudahan bagi umat Islam yang tidak sempat mengerjakannya di malam hari.
Waktu yang Paling Utama untuk Sholat Hajat
Walaupun bisa dilakukan kapan saja, terdapat waktu yang dianggap paling utama untuk menunaikan sholat hajat, yaitu pada sepertiga malam terakhir, sekitar pukul 01.00 hingga menjelang Subuh.
Pada waktu tersebut, doa diyakini lebih mudah dikabulkan. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa Allah SWT “turun” ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon.
Waktu yang Tidak Diperbolehkan
Meski fleksibel, sholat hajat tidak boleh dilakukan pada waktu-waktu berikut:
- Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit dan mulai meninggi
- Saat matahari berada tepat di atas kepala (tengah hari)
- Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam
Menghindari waktu-waktu ini penting agar ibadah tetap sesuai dengan ketentuan syariat.
Tata Cara Sholat Hajat
Secara umum, tata cara sholat hajat sama seperti sholat sunnah lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada niat. Berikut langkah-langkahnya:
- Niat sholat hajat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Melanjutkan rakaat kedua dengan urutan yang sama
- Tasyahud akhir
- Salam
Sholat ini biasanya dikerjakan minimal dua rakaat.
Bacaan Niat Sholat Hajat
Berikut lafal niat sholat hajat:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Doa Setelah Sholat Hajat
Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk memanjatkan doa dengan penuh harapan dan keikhlasan. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ … (dan seterusnya)
Artinya secara ringkas: memohon rahmat, ampunan, kemudahan dalam setiap urusan, serta agar segala kebutuhan yang diridhai Allah dapat dikabulkan.
Sholat hajat merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi siapa saja yang memiliki keinginan atau sedang menghadapi kesulitan.
Meski waktu terbaiknya adalah di sepertiga malam terakhir, pelaksanaannya tetap sah jika dilakukan di waktu dhuha atau waktu lain di luar waktu terlarang.
Yang terpenting adalah keikhlasan, keyakinan, serta kesungguhan dalam berdoa kepada Allah SWT. Dengan demikian, setiap hajat yang dipanjatkan memiliki harapan besar untuk dikabulkan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















