Warga Iran Bentuk “Perisai Manusia” di Sekitar Pembangkit Listrik, Respons Ancaman AS

Iran
Warga Iran Bentuk “Perisai Manusia” di Sekitar Pembangkit Listrik, Respons Ancaman AS. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Situasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Sejumlah warga Iran dilaporkan membentuk aksi “perisai manusia” di sekitar fasilitas pembangkit listrik sebagai respons atas ancaman dari Presiden AS, Donald Trump.

Aksi tersebut terlihat dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, ratusan warga berdiri berjajar di sekitar fasilitas energi yang disebut sebagai Pembangkit Listrik Siklus Gabungan Kazerun. Mereka tampak berkumpul dengan membawa serta mengibarkan bendera nasional sebagai simbol solidaritas.

Rekaman tersebut pertama kali disebarkan oleh kantor berita Fars, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran. Video itu kemudian diverifikasi oleh CBS News, yang memastikan keaslian lokasi dan kejadian tersebut.

Aksi massa ini disebut sebagai respons atas ajakan seorang pejabat pemerintah Iran yang meminta warga sipil ikut melindungi infrastruktur penting negara. Lokasi yang dimaksud berada di wilayah Kazerun, sebuah kawasan di provinsi Fars, Iran bagian barat daya, yang dikenal memiliki fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas alam dan berdekatan dengan kawasan Teluk Persia.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Konflik yang Terus Memanas

Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak pecahnya konflik pada akhir Februari 2026, ketika serangan militer dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran. Sejak saat itu, korban jiwa terus bertambah.

Data terbaru menyebutkan lebih dari dua ribu orang tewas di Iran akibat serangan tersebut. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah target di Israel dan fasilitas milik AS di kawasan Teluk.

Akibat serangan balasan itu, belasan personel militer AS dilaporkan tewas, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka. Di pihak Israel, puluhan korban jiwa juga dilaporkan, dengan ribuan warga mengalami cedera. Dampak konflik ini turut dirasakan negara-negara lain di kawasan.

Dampak Global: Selat Hormuz Ditutup

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Selain serangan militer, Iran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting bagi distribusi minyak global. Penutupan ini langsung berdampak pada lonjakan harga energi di pasar internasional.

Menanggapi situasi tersebut, Trump meminta dukungan negara-negara lain untuk membantu membuka kembali jalur tersebut. Namun, permintaan itu tidak mendapat respons positif dari sejumlah sekutu.

Ultimatum dari Washington

Di tengah eskalasi konflik, Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran. Ia meminta pemerintah di Teheran untuk menyetujui gencatan senjata, menghentikan program nuklir, serta membuka kembali Selat Hormuz.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, AS mengancam akan melancarkan serangan besar yang menargetkan infrastruktur vital, termasuk pembangkit listrik.

Batas waktu yang diberikan jatuh pada malam hari waktu AS, yang bertepatan dengan dini hari di Iran. Hingga tenggat tersebut, situasi masih berada dalam ketegangan tinggi dan menjadi perhatian dunia internasional.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================