BOGORTODAY.COM – Situasi kemanusiaan di Lebanon kian memprihatinkan setelah gelombang serangan udara menghantam sejumlah wilayah padat penduduk, termasuk ibu kota Beirut. Intensitas serangan yang tinggi dalam waktu singkat membuat kondisi di lapangan berubah drastis menjadi krisis besar.
Perwakilan World Health Organization di Lebanon, Abdinasir Abubakar, menyebut momen tersebut sebagai salah satu fase paling mematikan dalam eskalasi konflik yang tengah berlangsung.
Serangan Terjadi Tanpa Peringatan
Dalam kesaksiannya, Abubakar menggambarkan bagaimana ledakan terjadi secara beruntun hanya dalam hitungan menit. Serangan berlangsung di tengah aktivitas warga tanpa peringatan sebelumnya.
Dari kantornya di Beirut, ia menyaksikan langsung sejumlah bangunan yang runtuh akibat hantaman serangan udara. Dalam waktu singkat, beberapa titik di kota tersebut terdampak secara bersamaan, memperparah situasi bagi warga sipil.
Ratusan Korban Berjatuhan
Data sementara menunjukkan bahwa lebih dari 200 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 1.000 lainnya mengalami luka-luka. Korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk perempuan dan anak-anak.
Kondisi di lokasi kejadian semakin menyedihkan karena banyak korban diduga masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan yang hancur. Proses evakuasi pun berjalan sulit di tengah keterbatasan sumber daya.
Rumah Sakit Kewalahan
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















