
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa kebijakan WFH ini diterapkan bagi ASN level eselon III ke bawah dengan persentase 9 persen atau sekitar 1.054 pegawai. Selain untuk fleksibilitas kerja, program ini terbukti membawa dampak signifikan pada penghematan kas daerah.
“Secara akumulatif, penghematan dari konsumsi air, listrik, hingga BBM kendaraan dinas maupun pribadi mencapai hampir Rp900 juta setiap bulannya. Angka ini baru dari akumulasi level eselon III ke bawah saja,” ungkap Dedie.
Selain pengawasan koordinat, ASN yang WFH diwajibkan melakukan absensi tiga kali sehari dan memberikan laporan kinerja secara berkala melalui sistem.
Dorong Transportasi Ramah Lingkungan
Bagi ASN yang tetap bekerja dari kantor (Work From Office), Wamendagri mengimbau untuk beralih ke transportasi publik, bersepeda, atau menggunakan kendaraan listrik guna mendukung efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.
“WFH harus didampingi sistem pemantauan yang mumpuni agar kinerja tetap terjaga. Di sisi lain, penggunaan moda transportasi yang ramah lingkungan bagi pegawai di kantor akan memperkuat dampak positif bagi kota,” pungkas Bima Arya.
Editor : Aditya Nugraha
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















