BOGORTODAY.COM – Pernahkah Anda terbangun sebelum alarm berbunyi dan merasa bingung, apakah harus melanjutkan tidur atau langsung bangun saja? Situasi ini cukup umum terjadi dan sering membuat orang ragu dalam mengambil keputusan.
Menurut berbagai ahli tidur yang dikutip dari sejumlah sumber kesehatan, jawabannya tidak selalu sama untuk setiap orang. Keputusan tersebut sangat bergantung pada waktu Anda terbangun serta kondisi siklus tidur yang sedang berlangsung.
Mengapa Terbangun di Tengah Tidur Bisa Berpengaruh?
Saat tidur, tubuh tidak berada dalam kondisi yang sama sepanjang malam. Ada beberapa fase yang dilalui, mulai dari tidur ringan hingga tidur dalam dan fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap penting untuk pemulihan otak, pengolahan emosi, dan penyimpanan memori.
Sementara itu, fase tidur dalam atau non-REM berperan dalam pemulihan fisik, seperti perbaikan jaringan tubuh dan peningkatan sistem kekebalan.
Ketika seseorang terbangun di tengah siklus tidur, tubuh akan “terputus” dari proses alami tersebut. Hal ini bisa memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol, serta membuat detak jantung dan tingkat kewaspadaan meningkat sesaat.
Meski begitu, kondisi terbangun di malam hari sesekali sebenarnya masih tergolong normal. Masalah baru muncul jika gangguan ini terjadi terlalu sering karena dapat mengganggu kualitas tidur secara keseluruhan.
Dampak Kurang Tidur yang Berkualitas
Idealnya, orang dewasa membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur setiap malam agar fungsi tubuh dan pikiran tetap optimal. Jika durasi ini tidak tercapai secara konsisten, dampaknya bisa berupa kelelahan, sulit fokus, hingga perubahan suasana hati.
Kualitas tidur yang terganggu juga dapat membuat seseorang lebih mudah stres dan kurang produktif di siang hari.
Kapan Sebaiknya Kembali Tidur?
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















