
Jika Anda terbangun sebelum alarm dan merasa masih mengantuk, biasanya disarankan untuk kembali tidur. Terutama jika waktu tidur yang sudah dijalani belum memenuhi kebutuhan ideal tubuh.
Namun, ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan. Jika alarm hanya tinggal sekitar satu siklus tidur lagi—kurang lebih 90 menit—melanjutkan tidur justru bisa membuat tubuh terasa lebih berat saat bangun.
Hal ini berkaitan dengan siklus tidur penuh yang berlangsung sekitar 90 menit. Jika seseorang terbangun di tengah siklus tersebut, tubuh dapat mengalami kondisi yang disebut Sleep inertia, yaitu rasa pusing, linglung, dan sulit berkonsentrasi setelah bangun tidur.
Tanda Positif Saat Bangun Sebelum Alarm
Menariknya, bangun beberapa menit sebelum alarm berbunyi tidak selalu hal buruk. Jika Anda terbangun sekitar 30 menit sebelum waktu bangun dan merasa cukup segar, itu bisa menjadi tanda bahwa pola tidur Anda sudah selaras dengan ritme tubuh atau Ritme Sirkadian.
Dalam kondisi seperti ini, memaksakan diri untuk kembali tidur justru tidak selalu diperlukan.
Apa yang Bisa Dilakukan Jika Tidak Tidur Lagi?
Jika Anda sudah terbangun dan sulit tidur kembali, tidak perlu langsung memaksa diri untuk bangun. Berbaring dengan tenang tetap bisa memberikan manfaat, seperti membantu tubuh lebih rileks dan menenangkan pikiran, mirip dengan efek meditasi ringan.
Keputusan untuk tidur lagi atau langsung bangun sangat bergantung pada kondisi tubuh dan waktu terbangun. Jika masih mengantuk dan waktu tidur belum cukup, melanjutkan tidur adalah pilihan terbaik.
Namun jika waktu bangun sudah dekat atau tubuh sudah terasa segar, lebih baik bangun untuk menghindari rasa pusing dan lemas.
Yang terpenting adalah mendengarkan sinyal tubuh agar kualitas tidur tetap terjaga dan aktivitas harian berjalan optimal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















