
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi besar sekaligus tantangan dalam implementasi program ini, mengingat jumlah penduduknya yang terbesar di Indonesia.
Ia menyebut, kebutuhan SPPG di Kabupaten Bogor diperkirakan sangat besar. Jika seluruhnya dapat beroperasi secara optimal, program ini berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang sangat signifikan setiap bulannya.
“Sekitar 70 persen anggaran SPPG digunakan untuk bahan baku, yang berarti petani, peternak, nelayan, dan UMKM akan merasakan langsung dampaknya,” jelasnya.
Selain itu, Dadan juga menjelaskan, program ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Setiap unit SPPG mampu menyerap puluhan tenaga kerja, baik saat pembangunan maupun operasional.
Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty menegaskan, pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga menyampaikan bahwa Kadin Kabupaten Bogor telah membentuk koperasi berbadan hukum sebagai bagian dari penguatan ekosistem program.
“Program ini bukan hanya tentang dapur SPPG, tetapi juga bagaimana menciptakan perputaran ekonomi yang cepat dan merata di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















