BOGORTODAY.COM – Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit yang merasa bahwa perempuan—baik pasangan, ibu, maupun teman—lebih sering mengeluhkan kurang tidur dibanding laki-laki.
Bahkan, sebagian perempuan sendiri juga merasakan hal serupa: sudah tidur cukup lama, tetapi tetap merasa lelah.
Dari sini muncul pertanyaan, apakah perempuan memang secara biologis membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang?
Tidak Sesederhana Faktor Biologis
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kebutuhan tidur antara laki-laki dan perempuan tidak bisa dijelaskan hanya dari sisi biologis.
Salah satu kajian berjudul The Yin and Yang of Sleep-Wake Regulation: Gender Gap in Need for Sleep menemukan bahwa perempuan memang cenderung melaporkan kebutuhan tidur yang lebih tinggi.
Namun, temuan ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh perbedaan tubuh, melainkan juga dipengaruhi oleh kondisi kehidupan sehari-hari.
Peran Beban Aktivitas Harian
Faktor utama yang sering memengaruhi kualitas tidur perempuan adalah beban aktivitas yang lebih kompleks. Dalam banyak kasus, perempuan menjalani peran ganda yang meliputi:
- pekerjaan utama atau karier
- tanggung jawab rumah tangga
- peran dalam pengasuhan anak
Kombinasi peran ini sering membuat waktu istirahat menjadi tidak utuh atau terpotong. Akibatnya, meskipun durasi tidur terlihat cukup, kualitasnya belum tentu optimal.
Hal inilah yang membuat perempuan lebih mudah merasa lelah dalam aktivitas harian.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















