
Dampak Konflik terhadap Ekonomi Global
Sebelum ketegangan antara AS dan Iran meningkat, IMF sempat memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan membaik. Optimisme itu didorong oleh meredanya ketidakpastian kebijakan tarif serta meningkatnya investasi di sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan.
Namun, pecahnya konflik membuat prospek tersebut berubah drastis. IMF kini menilai dunia menghadapi risiko krisis energi berskala besar yang dapat memicu perlambatan ekonomi secara luas.
Proyeksi Pertumbuhan dan Risiko Resesi
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 hanya mencapai sekitar 3,1 persen, turun dari proyeksi sebelumnya. Sementara itu, inflasi global diprediksi meningkat hingga 4,4 persen.
Dalam skenario yang lebih buruk, jika konflik berlangsung lebih lama, harga minyak dan gas alam bisa melonjak hingga dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat pada 2027. Kondisi tersebut berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global hingga mendekati 2 persen.
Jika angka itu terjadi, dunia akan berada di ambang resesi global—situasi yang tergolong langka dan hanya beberapa kali terjadi sejak 1980.
Peringatan IMF menjadi sinyal serius bagi dunia untuk bersiap menghadapi potensi krisis energi. Ketidakpastian geopolitik, penurunan pasokan, serta tekanan terhadap ekonomi global menjadi kombinasi risiko yang tidak bisa diabaikan.
Langkah antisipasi yang tepat, baik dalam kebijakan energi maupun pengelolaan ekonomi, akan sangat menentukan kemampuan setiap negara dalam menghadapi tantangan ini.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















