
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green tetap dipertahankan, masing-masing di level Rp12.300 dan Rp12.900 per liter. Adapun BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar juga tidak mengalami perubahan harga.
Pihak Pertamina melalui Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan beberapa jenis BBM masih dalam tahap evaluasi.
Perusahaan menegaskan bahwa setiap penyesuaian harga dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional serta daya beli masyarakat.
Penetapan harga BBM nonsubsidi sendiri mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar bahan bakar minyak di Indonesia.
Meski harga minyak dunia sempat mengalami fluktuasi, pemerintah tetap menahan harga BBM subsidi demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah negara di kawasan Asia dan dunia diketahui telah menyesuaikan harga BBM mereka mengikuti kondisi geopolitik dan pasar energi global.
Namun Indonesia memilih untuk menjaga keseimbangan antara mekanisme pasar dan perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas energi tetap terjaga tanpa membebani masyarakat secara berlebihan, terutama di tengah ketidakpastian harga energi global.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















