BOGORTODAY.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) menjelaskan alasan di balik penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM nonsubsidi) yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga. Kenaikan tersebut berlaku untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah, kata dia, hanya mengatur harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, sementara produk non-subsidi disesuaikan dengan dinamika harga global.
Ia menjelaskan bahwa aturan tersebut merujuk pada regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022, yang mengatur formula penetapan harga BBM berdasarkan kondisi pasar.
Menurutnya, penyesuaian harga ini merupakan mekanisme normal dalam sistem energi yang berlaku di Indonesia.
Dari sisi konsumen, Bahlil menyebut bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi umumnya tidak berdampak besar pada masyarakat berpenghasilan rendah.
Hal ini karena produk seperti Pertamax Turbo dengan angka oktan tinggi serta Dexlite dengan standar cetane tinggi lebih banyak digunakan oleh kelompok masyarakat mampu.
Penyesuaian harga ini juga telah dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga, di mana beberapa jenis BBM mengalami kenaikan cukup signifikan.
Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex mencapai Rp23.900 per liter.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















