
Ya para koruptor ini tidak pernah ada puasnya, diberi nasihat atau sindiran agar tidak korupsi, atau ada sosialisasi tata cara pencegahan korupsi atau bahkan ada UU tentang korupsi tidak mempan dan tidak terpengaruh. Maka sejak tahun 2026 sampai sekarang banyak pejabat yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.
Terus apa hubungannya dengan judul opini kali ini pembaca Bogor Today yang budiman? Ya hubungannya, jika koruptor rakus dan punya sepatu mewah banyak, maka salah seorang proklamator kita, yaitu Drs. Muhammad Hatta atau yang lebih dikenal dengan Bung Hatta sampai akhir hayatnya, beliau ingin beli sepatu merk Bally saja tidak kesampaian, masyaAllah betapa sederhananya dan jujurnya Wakil Presiden ini.
Bandingkan hanya seorang Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo punya banyak sepatu mewah dan kekayaan milyaran, sementara seorang Wapres sekaligus salah satu Proklamator RI beli sepatu mewah Bally saja tidak mampu, sampai akhir hayatnya. Hal ini diketahui oleh keluarganya, bahwa Bung Hatta pernah bilang bahwa beliau ingin beli sepatu Bally, tapi sampai wafatnya hal itu belum terwujud, dan brosur sepatu Bally tersebut tersimpan di laci meja kerjanya.
Seperti syair lagunya Iwan Fals yang berjudul Bung Hatta di antaranya berbunyi”Tuhan terlalu cepat semua. Kau panggil satu-satunya yang tersisa Proklamator tercinta.Jujur lugu dan bijaksana. Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa rakyat Indonesia. Alhamdulillah kita masih punya pemimpin yang luar biasa seperti Bung Hatta. Jayalah Indonesiaku
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















