Sekolah Rakyat Jasinga Akan Dilengkapi Asrama hingga Laboratorium

Sekolah Rakyat
Sejumlah pekerja mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekolah yang diinisiasi Kementerian Sosial tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk asrama, laboratorium, dan perpustakaan, guna mendukung proses belajar mengajar bagi masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah Jasinga. FOTO : DINSOS KABUPATEN BOGOR.

BOGORTODAY.COM Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari asrama, laboratorium, hingga perpustakaan. Fasilitas tersebut disiapkan guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar di sekolah yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu itu.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengatakan, fasilitas yang disediakan mencakup ruang kegiatan ekstrakurikuler, laboratorium, perpustakaan, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

“Tempat pembelajaran untuk ekstrakurikuler juga, untuk laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas-fasilitas lain untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan sekolah rakyat,” ujar Syaifullah yang akrab disapa Gus Ipul, Jumat (24/4/2026).

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Dorong Generasi Digital Cerdas, Teman FM Hadir Langsung di Sekolah

Gus Ipul menjelaskan, kegiatan belajar di Sekolah Rakyat Jasinga akan berlangsung selama 20 jam per hari dengan dua skema pembelajaran. Pertama, pendidikan formal berjenjang seperti SD, SMP, dan SMA dengan kurikulum nasional yang berlaku. Kedua, pendidikan nonformal yang diselenggarakan pada sore hari sebagai bentuk pendidikan rakyat.

“Ada sekolah resmi, tapi seperti bagaimana umumnya sekolah-sekolah yang ada SD, SMP, SMA, kurikulumnya juga sama. Yang kedua ada sore hari untuk pendidikan rakyat,” kata dia.

BACA JUGA :  Body Butter vs Body Lotion: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit?

Setelah sekolah rampung, pemerintah akan memprioritaskan warga di lingkungan sekitar Jasinga sebagai peserta didik. Proses penjangkauan akan melibatkan Kementerian Sosial, pemerintah daerah, serta Badan Pusat Statistik (BPS).

“Jadi ada penjangkauan, ada pembukaan, pendaftaran, dijangkau oleh pemerintah, Kemensos, pemerintah daerah, dan BPS,” tuntasnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================