BOGORTODAY.COM – Zat besi merupakan mineral penting yang berperan dalam pembentukan sel darah merah serta membantu menjaga energi tubuh tetap stabil.
Namun, pemenuhan kebutuhan zat besi tidak hanya bergantung pada jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga pada seberapa baik tubuh mampu menyerapnya.
Faktor penyerapan ini sering kali dipengaruhi oleh jenis makanan, kombinasi nutrisi, hingga waktu konsumsi. Karena itu, memahami cara kerja zat besi dalam tubuh menjadi kunci untuk mencegah kekurangan nutrisi ini.
Dua Jenis Zat Besi dalam Makanan
Secara umum, zat besi dalam makanan terbagi menjadi dua jenis, yaitu heme dan non-heme, yang memiliki tingkat penyerapan berbeda.
- Zat besi heme (hewani)
Jenis ini berasal dari makanan hewani seperti daging merah, hati, ikan, unggas, dan makanan laut. Zat besi heme memiliki tingkat penyerapan tinggi, sekitar 25–30%, sehingga lebih mudah dimanfaatkan tubuh tanpa banyak dipengaruhi faktor lain.
- Zat besi non-heme (nabati)
Zat besi ini terdapat pada sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, buah kering, hingga makanan fortifikasi seperti sereal. Meski penting, tingkat penyerapannya lebih rendah, yakni sekitar 1–10%, dan sangat dipengaruhi oleh kombinasi makanan yang dikonsumsi bersamaan.
Nutrisi yang Mempengaruhi Penyerapan
Penyerapan zat besi tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh nutrisi lain yang dikonsumsi bersamaan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















