Aturan Baru di Taman Nasional Komodo: Diving Dibatasi 20 Menit per Kapal Demi Lindungi Ekosistem

Taman Nasional Komodo
Aturan Baru di Taman Nasional Komodo: Diving Dibatasi 20 Menit per Kapal Demi Lindungi Ekosistem. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pengelola Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) resmi menerapkan kebijakan baru bagi wisata bahari, khususnya aktivitas penyelaman.

Kini, setiap kapal hanya diperbolehkan melakukan diving maksimal 20 menit di satu titik selam.

Aturan ini juga mengharuskan para penyelam bergantian dengan rombongan dari kapal lain. Tujuannya adalah menciptakan sistem antrean yang tertib sekaligus mengurangi tekanan terhadap ekosistem bawah laut.

Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, menjelaskan bahwa interval waktu antar kapal ditetapkan selama 20 menit. Dengan demikian, setiap kelompok wisatawan memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati keindahan laut tanpa berdesakan.

Fokus pada Diving, Snorkeling Tetap Normal

Kebijakan pembatasan ini hanya berlaku untuk aktivitas menyelam. Sementara itu, kegiatan lain seperti snorkeling atau berenang di permukaan masih mengikuti aturan sebelumnya tanpa pembatasan waktu khusus.

BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

Lindungi Terumbu Karang dan Kenyamanan Wisatawan

Menurut pihak BTNK, ada dua alasan utama di balik penerapan aturan ini. Pertama, untuk mencegah penumpukan penyelam dalam satu lokasi yang berisiko merusak terumbu karang. Kedua, agar pengalaman wisata menjadi lebih nyaman karena tidak terlalu padat.

Dengan jumlah penyelam yang lebih terkendali, diharapkan kondisi bawah laut tetap terjaga dan wisatawan dapat menikmati pemandangan secara lebih leluasa.

Puluhan Titik Selam dengan Karakter Berbeda

Perairan Taman Nasional Komodo dikenal sebagai salah satu surga diving dunia. Terdapat sekitar 42 titik selam yang tersebar di tiga kawasan utama:

  • Zona Utara: dikenal dengan spot menantang seperti Crystal Rock dan Castle Rock
  • Zona Tengah: lokasi favorit wisatawan, termasuk Batu Bolong dan Manta Point
  • Zona Selatan: menawarkan keindahan alam bawah laut seperti Cannibal Rock dan Manta Alley
BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Keanekaragaman hayati di kawasan ini sangat kaya, mulai dari terumbu karang, pari manta, hiu, hingga berbagai jenis ikan langka.

Keselamatan Jadi Prioritas

BTNK juga menegaskan bahwa wisatawan tidak diperbolehkan menyelam tanpa pendamping. Hal ini disebabkan oleh kondisi arus laut di beberapa titik yang cukup kuat dan sulit diprediksi.

Penggunaan jasa pemandu profesional menjadi kewajiban demi memastikan keselamatan selama aktivitas berlangsung.

Dengan aturan baru ini, pengelola berharap keseimbangan antara pariwisata dan konservasi dapat terus terjaga. Wisatawan tetap bisa menikmati keindahan alam, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan bawah laut di kawasan tersebut.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================