
“Atas gagasan ini, saya ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa. Ketika perempuan dilibatkan dalam citizen science, bukan hanya data yang dihasilkan, tetapi juga kesadaran, rasa memiliki, dan keberlanjutan,” ujar Badrul dalam sesi presentasinya, belum lama ini.
Berkat penyampaian yang kuat dan ide yang relevan, Badrul berhasil meraih penghargaan Best Presentation, mengungguli peserta dari berbagai negara.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal dan inklusivitas mampu bersaing di tingkat internasional.
Keikutsertaan Badrul tidak hanya mengharumkan nama Universitas Nusa Bangsa, tetapi juga memperkenalkan potensi serta praktik baik masyarakat lokal Indonesia ke panggung dunia.
Inisiatif yang diusungnya diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir sebagai model kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa generasi muda dari daerah memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor perubahan global, khususnya dalam isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Narasitoday.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















