7 Kebiasaan Buruk Penyebab Radang Sendi yang Sering Dianggap Sepele

BOGORTODAY.COM Radang sendi atau arthritis bisa terjadi pada siapa saja. Meski lebih sering dialami saat usia menua, kondisi ini dapat muncul di berbagai kelompok usia, termasuk dewasa muda dan bahkan remaja, tergantung jenis dan penyebabnya.

Radang sendi terjadi ketika bagian sendi—tempat pertemuan dua tulang—mengalami peradangan atau kerusakan.

Keausan sendi memang bisa muncul secara alami seiring bertambahnya usia, tetapi kondisi ini tidak muncul begitu saja tanpa penyebab.

Selain faktor usia, cedera, atau penyakit tertentu, kebiasaan sehari-hari juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami radang sendi. Beberapa di antaranya bahkan sering dilakukan tanpa disadari.

Siapa yang Berisiko Mengalami Radang Sendi?

Menurut Cleveland Clinic, osteoarthritis biasanya dialami oleh orang usia di atas 50 tahun, sementara rheumatoid arthritis kerap muncul pada usia 30–60 tahun. Namun faktor risiko ini dapat meningkat lebih cepat akibat kebiasaan buruk yang terus dilakukan.

Berikut berbagai kebiasaan yang dapat memicu radang sendi atau memperburuk kondisi sendi tanpa kamu sadari.

  1. Terlalu Sering Pakai Gadget

Kebiasaan mengetik pesan, scrolling media sosial, atau bermain gim dalam waktu lama membuat jari dan pergelangan tangan bekerja terus tanpa jeda. Aktivitas berulang ini menambah tekanan pada sendi tangan, terutama ibu jari dan bahu.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Menurut WebMD, gerakan berulang yang dilakukan tanpa istirahat bisa mempercepat keausan sendi.

Tips perbaikan:

  • Beri jeda setiap 2–3 menit.
  • Bila jari mulai terasa nyeri, gantilah mengetik dengan pesan suara atau telepon.
  1. Membawa Tas Terlalu Berat

Tas yang terlalu berat dapat menganggu postur tubuh dan memberikan tekanan berlebih pada otot serta sendi leher dan bahu. Bahkan, saraf halus di sekitar area tersebut bisa tertekan dan menimbulkan nyeri.

Idealnya, berat tas tidak lebih dari 5% berat badanmu. Jika berat badan 60 kg, tas sebaiknya tidak lebih dari 3 kg.

Tips perbaikan:

  • Gunakan ransel untuk mendistribusikan beban lebih merata.
  • Bila tetap merasa nyeri, kurangi beban tas atau pilih tas berdesain ergonomis.
  1. Kurang Gerak dan Terlalu Lama Duduk

Gaya hidup sedentari membuat sendi menjadi lebih kaku dan otot melemah. Kondisi ini membuat sendi tidak mendapatkan dukungan optimal sehingga mudah mengalami peradangan.

Tips perbaikan:

  • Bangun setiap 30–60 menit untuk melakukan peregangan singkat.
  • Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau yoga.
  1. Jarang Mengonsumsi Makanan Antiinflamasi

Asupan tinggi gula, gorengan, dan makanan olahan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, termasuk pada sendi.

Tips perbaikan:

  • Perbanyak konsumsi ikan berlemak, alpukat, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan.
  • Kurangi makanan ultraprocessed dan minuman manis.
  1. Olahraga Berlebihan Tanpa Pemanasan
BACA JUGA :  Mata Merah Jangan Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda yang Harus Segera Diperiksa Dokter

Aktivitas fisik memang penting, tetapi olahraga terlalu berat tanpa pemanasan atau teknik yang benar dapat menyebabkan cedera sendi dan memperburuk arthritis.

Tips perbaikan:

  • Lakukan pemanasan minimal 5–10 menit sebelum olahraga.
  • Prioritaskan teknik gerakan dibanding intensitas.
  • Jangan memaksakan diri jika sendi sedang nyeri.
  1. Mengabaikan Berat Badan Ideal

Berat badan berlebih memberikan tekanan tambahan pada sendi lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. Bahkan kenaikan 1 kg berat badan bisa memberikan tekanan hingga 4 kg lebih pada lutut.

Tips perbaikan:

  • Jaga pola makan seimbang.
  • Lakukan olahraga low impact seperti berenang atau bersepeda.
  1. Kurang Tidur

Tidur cukup membantu tubuh memperbaiki jaringan, termasuk sendi. Kurang tidur dapat meningkatkan inflamasi dan membuat nyeri sendi semakin parah.

Tips perbaikan:

  • Tidur 7–8 jam per hari.
  • Hindari gadget 30 menit sebelum tidur.

Radang sendi bukan hanya persoalan usia. Kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele justru bisa menjadi pemicu utama kerusakan sendi.

Dengan memperbaiki gaya hidup dan mengurangi kebiasaan buruk, risiko arthritis bisa ditekan sejak dini.

Menjaga kesehatan sendi berarti menjaga kualitas hidup di masa kini dan masa mendatang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================