
Meski menjanjikan, teknologi ini belum sepenuhnya siap diterapkan secara luas. Salah satu kendala utama adalah kompleksitas limbah plastik itu sendiri.
Menurut peneliti lain yang terlibat, Xiaoguang Duan, keberagaman jenis plastik serta kandungan tambahan seperti pewarna dan stabilizer membuat proses pengolahan menjadi lebih sulit.
Selain itu, pengembangan fotokatalis yang kuat dan tahan lama juga menjadi tantangan. Material ini harus mampu bekerja dalam kondisi ekstrem tanpa kehilangan efektivitas.
Proses Pemurnian Masih Jadi Kendala
Hasil dari proses ini berupa campuran gas dan cairan yang masih perlu dipisahkan. Tahap pemurnian tersebut membutuhkan energi tambahan yang cukup besar, sehingga menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi ini ke depan.
Harapan untuk Masa Depan Berkelanjutan
Para peneliti percaya bahwa dengan inovasi lanjutan, teknologi ini dapat menjadi solusi penting dalam mengurangi limbah plastik sekaligus menyediakan energi ramah lingkungan.
Pengembangan reaktor modern, sistem aliran kontinu, serta integrasi energi matahari dengan sumber energi lain menjadi beberapa strategi yang sedang dikaji untuk meningkatkan efisiensi.
Pemanfaatan sinar matahari untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar merupakan terobosan yang menjanjikan.
Jika berhasil dikembangkan secara optimal, teknologi ini berpotensi menjadi solusi ganda: mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menyediakan energi bersih untuk masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















