
Setelah dilakukan pencekalan dan koordinasi lintas wilayah, pelaku terdeteksi masuk ke wilayah Bali melalui Imigrasi Ngurah Rai.
“Kami lakukan pengejaran ke Bali, sempat diberhentikan oleh pihak Imigrasi Ngurah Rai, dan akhirnya kita bisa mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.
Kemudian Aji mengungkapkan, Polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka setelah menemukan bukti fisik berupa kesamaan tas yang digunakan pelaku saat beraksi di TKP dengan tas yang ditemukan di hotel tempatnya menginap. Modus yang digunakan adalah masuk ke rumah korban dengan cara merusak pintu dan menguras barang berharga.
“Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Barang-barang yang hilang meliputi, 10 jam tangan merek GC dan perhiasan emas (cincin serta liontin), logam mulia seberat 159 gram, uang tunai Rp500 juta, uang pecahan Rp10 juta, hingga kendaraan bermotor (Xpander dan Vario),” ungkapnya.
Selain mengamankan brankas merek Sentry Safe dan rekaman CCTV, polisi juga menyita dua unit mobil (Toyota Alphard dan Toyota Innova) yang digunakan tersangka.
Saat ini, kata Aji, Polisi masih mendalami motif pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan perampok antarnegara melalui riwayat visa paspor Asia milik tersangka. Selain itu, penyidik sedang menganalisa beberapa nomor telepon Indonesia yang sempat dihubungi pelaku.
“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan pemberatan. Tersangka terancam pidana penjara paling lama 7 tahun,” pungkas Aji.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















