
Beberapa bahan tambahan seperti pengawet, stabilizer, atau pemanis buatan sering ditemukan dalam produk kemasan. Karena itu, konsumen disarankan untuk mengenali istilah-istilah tersebut agar tidak salah memilih.
Waspadai Kandungan Gula Tersembunyi
Gula dalam produk susu tidak selalu ditulis secara langsung. Beberapa produk mencantumkannya dengan istilah lain seperti glukosa atau sirup jagung (corn syrup).
Karena itu, penting bagi konsumen untuk memahami istilah yang digunakan pada label. Jika terdapat istilah yang tidak dipahami, mencari informasi tambahan dapat membantu memastikan keamanan produk.
Ciri Susu yang Sudah Tidak Layak Konsumsi
Susu yang sudah tidak layak dikonsumsi biasanya menunjukkan perubahan pada aroma, rasa, dan tekstur. Bau asam atau basi menjadi tanda utama bahwa susu telah rusak.
Selain itu, susu yang sudah tidak segar juga bisa menggumpal atau mengental saat dituangkan.
Produk susu pasteurisasi, khususnya, harus disimpan dalam suhu dingin karena tidak mengandung bahan pengawet. Jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, bakteri dapat berkembang dengan cepat.
Pentingnya Penyimpanan yang Benar
Menjaga kualitas susu tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga cara penyimpanannya. Susu sebaiknya selalu disimpan dalam lemari pendingin, terutama setelah kemasan dibuka.
Rantai dingin (cold chain) harus dijaga agar kesegaran susu tetap terjaga dan tidak mudah terkontaminasi bakteri.
Dengan memahami cara memilih dan menyimpan susu yang benar, konsumen dapat memastikan bahwa produk yang dikonsumsi aman, sehat, dan bernutrisi bagi keluarga.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















