Hukum dan Tata Cara Membagikan Daging Aqiqah dalam Islam

Tujuan utama pembagian daging aqiqah adalah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat hubungan sosial antar sesama. Selain itu, diharapkan orang-orang yang menerima daging aqiqah turut mendoakan kebaikan bagi anak yang baru lahir.

Para ulama menjelaskan bahwa pembagian daging aqiqah tidak memiliki aturan baku mengenai porsinya. Sebagian daging boleh dimakan oleh keluarga, sebagian disedekahkan, dan sebagian lagi dihadiahkan kepada kerabat atau sahabat.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin juga menerangkan bahwa pembagian tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing keluarga. Yang terpenting, ada bagian yang diberikan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

BACA JUGA :  Antisipasi Kemarau, BPBD Kabupaten Bogor Siapkan 189 Toren Air Bersih

Lebih Utama Dibagikan Mentah atau Dimasak?

Dalam praktik masyarakat muslim, daging aqiqah sering kali dibagikan setelah dimasak. Cara ini dinilai lebih praktis dan memudahkan penerima untuk langsung menikmatinya. Bahkan, sebagian ulama menyebut membagikan dalam bentuk masakan lebih utama.

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa daging aqiqah boleh dibagikan dalam keadaan matang maupun mentah. Keduanya sama-sama diperbolehkan dalam syariat Islam. Namun, tradisi memasak daging aqiqah dengan cita rasa manis sering dilakukan sebagai simbol doa dan harapan baik bagi sang anak.

Selain itu, terdapat anjuran agar tulang hewan aqiqah tidak dipatah-patahkan ketika dimasak. Meski demikian, hal tersebut hanya bersifat anjuran dan tidak wajib dilakukan.

BACA JUGA :  Hukum Makan dan Minum Menggunakan Wadah Emas dalam Islam, Haram atau Makruh?

Hikmah Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga mengandung banyak hikmah. Di antaranya adalah mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjadi ungkapan syukur atas kelahiran buah hati.

Melalui pembagian daging aqiqah, kebahagiaan keluarga dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar. Karena itu, aqiqah menjadi salah satu ibadah yang memiliki nilai spiritual sekaligus sosial dalam kehidupan umat Islam.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================