Jangan Anggap Sepele Gigitan Kucing, Ini Risiko dan Cara Penanganannya

BOGORTODAY.COM – Banyak orang menganggap gigitan kucing sebagai luka ringan yang tidak berbahaya. Apalagi jika bekas gigitan hanya terlihat seperti tusukan kecil atau goresan tipis di kulit. Sebagian orang cukup mencuci luka sebentar lalu membiarkannya begitu saja tanpa penanganan lebih lanjut.

Padahal, gigitan kucing dapat menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius. Luka yang tampak kecil di permukaan ternyata bisa menyimpan bakteri di dalam jaringan kulit dan memicu infeksi jika tidak segera ditangani dengan benar.

Mengapa Gigitan Kucing Berisiko?

Gigi kucing memiliki bentuk tajam dan runcing sehingga mampu menembus kulit cukup dalam. Saat menggigit, bakteri dari mulut kucing dapat masuk ke jaringan tubuh melalui luka kecil tersebut.

Karena ukuran lukanya sempit, bagian permukaan kulit sering kali cepat menutup. Kondisi ini membuat bakteri terperangkap di dalam dan berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gigitan maupun cakaran kucing memiliki kemungkinan tinggi menyebabkan infeksi jika dibandingkan dengan luka ringan lainnya.

Bakteri yang Sering Ditemukan pada Gigitan Kucing

Salah satu bakteri yang paling sering ditemukan pada mulut kucing adalah Pasteurella multocida. Bakteri ini diketahui banyak terdapat pada kucing peliharaan maupun kucing liar.

Infeksi akibat bakteri tersebut biasanya mulai muncul dalam waktu 1 hingga 2 hari setelah gigitan. Gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Nyeri pada area luka
  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Rasa hangat atau peradangan di sekitar luka
BACA JUGA :  Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Jika tidak segera diobati, infeksi bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Gigitan kucing bukan hanya menyebabkan luka biasa. Dalam beberapa kasus, komplikasi yang muncul dapat cukup berbahaya, terutama jika infeksi menyebar lebih dalam ke tubuh.

Berikut beberapa risiko yang dapat terjadi:

  1. Selulitis

Selulitis adalah infeksi pada jaringan kulit bagian dalam. Kondisi ini menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak, nyeri, dan terasa panas.

  1. Abses

Infeksi dapat memicu terbentuknya kantong nanah di area luka. Abses biasanya terasa sakit dan memerlukan penanganan medis.

  1. Sepsis

Pada kasus tertentu, bakteri bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi berat yang disebut sepsis. Meski jarang terjadi, kondisi ini berbahaya dan memerlukan penanganan cepat.

Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Gigitan Kucing

Selain infeksi bakteri biasa, gigitan atau cakaran kucing juga berpotensi menularkan beberapa penyakit lain.

  • Cat Scratch Disease

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Gejalanya bisa berupa demam, tubuh lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening beberapa minggu setelah tergigit atau tercakar.

  • Rabies

Risiko rabies lebih sering ditemukan pada kucing liar atau kucing yang belum mendapatkan vaksin. Karena itu, status vaksin hewan perlu diperhatikan.

  • Tetanus

Gigitan hewan juga dapat meningkatkan risiko tetanus, terutama bila luka cukup dalam dan seseorang belum mendapatkan vaksin tetanus dalam waktu lama.

  • Infeksi Jamur

Dalam kondisi tertentu, cakaran atau gigitan kucing dapat menularkan infeksi jamur pada kulit yang menyebabkan luka dan iritasi.

BACA JUGA :  Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Tuan Rumah Diunggulkan Raih Kemenangan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Pertolongan Pertama Saat Digigit Kucing

Jika mengalami gigitan kucing, ada beberapa langkah awal yang penting dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi.

Berikut penanganan pertama yang disarankan:

  1. Cuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal lima menit
  2. Jangan langsung menutup luka rapat-rapat
  3. Hentikan perdarahan jika ada
  4. Segera cari bantuan medis, terutama jika luka cukup dalam

Membersihkan luka dengan cepat sangat penting untuk membantu mengurangi jumlah bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski lukanya terlihat kecil, pemeriksaan medis tetap dianjurkan dalam beberapa kondisi tertentu.

Segera periksa ke dokter apabila:

  • Luka terasa sangat nyeri
  • Muncul kemerahan atau bengkak
  • Keluar nanah dari luka
  • Mengalami demam atau badan terasa tidak enak
  • Tidak mengetahui status vaksin rabies kucing
  • Sudah lebih dari lima tahun tidak menerima vaksin tetanus

Dokter biasanya akan menentukan apakah pasien membutuhkan antibiotik, suntikan tetanus, atau penanganan tambahan lainnya.

Jangan Abaikan Luka Gigitan Kucing

Gigitan kucing memang tidak selalu berbahaya, tetapi tetap tidak boleh dianggap remeh. Luka kecil sekalipun dapat berkembang menjadi infeksi serius jika bakteri berhasil masuk ke jaringan tubuh.

Dengan penanganan cepat dan tepat, sebagian besar kasus gigitan kucing bisa diatasi dengan baik. Karena itu, penting untuk segera membersihkan luka dan memeriksakan diri bila muncul tanda-tanda infeksi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================