Jangan Anggap Sepele Gigitan Kucing, Ini Risiko dan Cara Penanganannya

Kucing
Ilustrasi Kucing Marah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Banyak orang menganggap gigitan kucing sebagai luka ringan yang tidak berbahaya. Apalagi jika bekas gigitan hanya terlihat seperti tusukan kecil atau goresan tipis di kulit. Sebagian orang cukup mencuci luka sebentar lalu membiarkannya begitu saja tanpa penanganan lebih lanjut.

Padahal, gigitan kucing dapat menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius. Luka yang tampak kecil di permukaan ternyata bisa menyimpan bakteri di dalam jaringan kulit dan memicu infeksi jika tidak segera ditangani dengan benar.

Mengapa Gigitan Kucing Berisiko?

Gigi kucing memiliki bentuk tajam dan runcing sehingga mampu menembus kulit cukup dalam. Saat menggigit, bakteri dari mulut kucing dapat masuk ke jaringan tubuh melalui luka kecil tersebut.

Karena ukuran lukanya sempit, bagian permukaan kulit sering kali cepat menutup. Kondisi ini membuat bakteri terperangkap di dalam dan berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

BACA JUGA :  PB Porprov Kota Bogor Matangkan SOP Pembagian Tugas Tiap Bidang

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gigitan maupun cakaran kucing memiliki kemungkinan tinggi menyebabkan infeksi jika dibandingkan dengan luka ringan lainnya.

Bakteri yang Sering Ditemukan pada Gigitan Kucing

Salah satu bakteri yang paling sering ditemukan pada mulut kucing adalah Pasteurella multocida. Bakteri ini diketahui banyak terdapat pada kucing peliharaan maupun kucing liar.

Infeksi akibat bakteri tersebut biasanya mulai muncul dalam waktu 1 hingga 2 hari setelah gigitan. Gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Nyeri pada area luka
  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Rasa hangat atau peradangan di sekitar luka

Jika tidak segera diobati, infeksi bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

BACA JUGA :  Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Kebon Kembang, Perumda PPJ dan BSI Resmikan Sales Outlet Lapak

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Gigitan kucing bukan hanya menyebabkan luka biasa. Dalam beberapa kasus, komplikasi yang muncul dapat cukup berbahaya, terutama jika infeksi menyebar lebih dalam ke tubuh.

Berikut beberapa risiko yang dapat terjadi:

  1. Selulitis

Selulitis adalah infeksi pada jaringan kulit bagian dalam. Kondisi ini menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak, nyeri, dan terasa panas.

  1. Abses

Infeksi dapat memicu terbentuknya kantong nanah di area luka. Abses biasanya terasa sakit dan memerlukan penanganan medis.

  1. Sepsis

Pada kasus tertentu, bakteri bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi berat yang disebut sepsis. Meski jarang terjadi, kondisi ini berbahaya dan memerlukan penanganan cepat.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================