Jangan Anggap Sepele Gigitan Kucing, Ini Risiko dan Cara Penanganannya

Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Gigitan Kucing

Selain infeksi bakteri biasa, gigitan atau cakaran kucing juga berpotensi menularkan beberapa penyakit lain.

  • Cat Scratch Disease

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Gejalanya bisa berupa demam, tubuh lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening beberapa minggu setelah tergigit atau tercakar.

  • Rabies

Risiko rabies lebih sering ditemukan pada kucing liar atau kucing yang belum mendapatkan vaksin. Karena itu, status vaksin hewan perlu diperhatikan.

  • Tetanus

Gigitan hewan juga dapat meningkatkan risiko tetanus, terutama bila luka cukup dalam dan seseorang belum mendapatkan vaksin tetanus dalam waktu lama.

  • Infeksi Jamur

Dalam kondisi tertentu, cakaran atau gigitan kucing dapat menularkan infeksi jamur pada kulit yang menyebabkan luka dan iritasi.

BACA JUGA :  Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Enam Sektor Strategis

Pertolongan Pertama Saat Digigit Kucing

Jika mengalami gigitan kucing, ada beberapa langkah awal yang penting dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi.

Berikut penanganan pertama yang disarankan:

  1. Cuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal lima menit
  2. Jangan langsung menutup luka rapat-rapat
  3. Hentikan perdarahan jika ada
  4. Segera cari bantuan medis, terutama jika luka cukup dalam

Membersihkan luka dengan cepat sangat penting untuk membantu mengurangi jumlah bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski lukanya terlihat kecil, pemeriksaan medis tetap dianjurkan dalam beberapa kondisi tertentu.

Segera periksa ke dokter apabila:

  • Luka terasa sangat nyeri
  • Muncul kemerahan atau bengkak
  • Keluar nanah dari luka
  • Mengalami demam atau badan terasa tidak enak
  • Tidak mengetahui status vaksin rabies kucing
  • Sudah lebih dari lima tahun tidak menerima vaksin tetanus
BACA JUGA :  Kisah Nabi Daud AS Mengalahkan Jalut: Bukti Kekuatan Iman dan Pertolongan Allah SWT

Dokter biasanya akan menentukan apakah pasien membutuhkan antibiotik, suntikan tetanus, atau penanganan tambahan lainnya.

Jangan Abaikan Luka Gigitan Kucing

Gigitan kucing memang tidak selalu berbahaya, tetapi tetap tidak boleh dianggap remeh. Luka kecil sekalipun dapat berkembang menjadi infeksi serius jika bakteri berhasil masuk ke jaringan tubuh.

Dengan penanganan cepat dan tepat, sebagian besar kasus gigitan kucing bisa diatasi dengan baik. Karena itu, penting untuk segera membersihkan luka dan memeriksakan diri bila muncul tanda-tanda infeksi.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================