Tragedi di Juwangsan: Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Dilaporkan Hilang di Area Gunung

Juwangsan
Tragedi di Juwangsan: Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Dilaporkan Hilang di Area Gunung. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Korea Selatan ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di kawasan Taman Nasional Juwangsan. Peristiwa ini terjadi hanya dua hari setelah ia dinyatakan tidak kembali dari perjalanan bersama keluarganya.

Pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran di Provinsi Gyeongsang Utara mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 10.13 waktu setempat. Lokasi penemuan berada sekitar 100 meter di bawah area puncak gunung, berdasarkan laporan sejumlah media lokal.

Menurut keterangan yang dihimpun, bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu awalnya berwisata ke kawasan kuil Daejeonsa bersama orang tuanya dari Kota Daegu pada Minggu (10/5/2026). Kuil tersebut berada di dalam area taman nasional yang memang kerap dikunjungi wisatawan.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Dalam perjalanan tersebut, korban sempat meminta izin kepada orang tuanya untuk berjalan lebih jauh ke arah perbukitan. Tidak lama setelah itu, ia diketahui melanjutkan perjalanan seorang diri menuju area yang lebih tinggi tanpa membawa telepon genggam.

Jalur pendakian dari kuil menuju puncak Gunung Juwangsan memiliki panjang sekitar dua hingga tiga kilometer dengan ketinggian mencapai 720 meter. Biasanya, rute tersebut dapat ditempuh sekitar satu jam lebih oleh pendaki dewasa dalam kondisi normal.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Ketika anak tersebut tidak kembali dalam waktu yang lama, orang tuanya kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang pada sore harinya. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian besar-besaran.

Lebih dari 350 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir kawasan gunung selama tiga hari berturut-turut sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Dugaan sementara, korban mengalami kecelakaan dan terjatuh di area tebing saat berada di sekitar puncak.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti insiden tersebut.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================