Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Sunspot dan Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

Kulit
Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Sunspot dan Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat memberikan dampak serius pada kesehatan kulit. Selain membuat kulit tampak kusam dan tidak merata, paparan jangka panjang juga bisa menimbulkan bercak gelap yang sering disebut sebagai flek akibat matahari. Namun, tidak semua bercak gelap pada kulit bersifat sama.

Sebagian merupakan kondisi ringan seperti sunspot, sementara sebagian lainnya bisa menjadi tanda awal kanker kulit yang berbahaya.

Masalahnya, banyak orang sulit membedakan antara sunspot dengan kanker kulit. Padahal, meskipun keduanya sama-sama berkaitan dengan kerusakan akibat sinar UV, tingkat risiko dan penanganannya sangat berbeda.

Perbedaan sunspot dan kanker kulit

Menurut berbagai sumber medis seperti Health.com, sunspot umumnya merupakan kondisi jinak yang tidak berbahaya. Flek ini biasanya muncul seiring bertambahnya usia atau akibat paparan sinar matahari yang berulang.

Sebaliknya, kanker kulit merupakan kondisi serius yang terjadi ketika sel kulit mengalami pertumbuhan abnormal dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak segera ditangani.

BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Secara umum, berikut perbedaan yang dapat dikenali:

Sunspot biasanya berbentuk bulat atau oval dengan permukaan datar dan batas yang jelas. Warna bercaknya cenderung seragam, mulai dari cokelat muda hingga gelap, dan tidak menimbulkan rasa sakit maupun gatal.

Sementara itu, kanker kulit dapat memiliki bentuk yang tidak beraturan, bisa datar maupun menonjol seperti benjolan. Pinggirannya sering tampak kabur atau bergerigi, dengan warna yang tidak merata seperti campuran cokelat, merah, hingga hitam. Kondisi ini juga dapat disertai gejala seperti gatal, nyeri, mudah berdarah, atau berubah menjadi luka yang sulit sembuh.

Panduan ABCDE untuk deteksi dini melanoma

Salah satu jenis kanker kulit paling berbahaya adalah melanoma. Untuk membantu mengenali tanda-tandanya, para ahli dermatologi menggunakan metode sederhana yang dikenal sebagai aturan ABCDE.

A (Asymmetry) mengacu pada bentuk yang tidak simetris antara sisi kanan dan kiri.
B (Border) menunjukkan tepi bercak yang tidak beraturan atau kabur.
C (Color) berarti warna tidak merata dengan beberapa gradasi dalam satu area.
D (Diameter) biasanya menunjukkan ukuran yang lebih besar dari 6 mm atau terus membesar.
E (Evolving) menandakan perubahan bentuk, ukuran, atau warna seiring waktu.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Risiko jangka panjang paparan sinar UV

Banyaknya sunspot pada kulit bisa menjadi tanda bahwa kulit telah mengalami kerusakan akibat paparan sinar UV dalam jangka panjang. Kerusakan ini dapat memicu perubahan pada tingkat sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker kulit.

Dalam beberapa kasus, kanker bahkan dapat muncul di area yang sebelumnya hanya terlihat sebagai flek hitam biasa.

Sunspot umumnya tidak berbahaya, tetapi kemunculannya tetap menjadi sinyal bahwa kulit telah terpapar sinar matahari secara berlebihan. Sebaliknya, kanker kulit merupakan kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera.

Memahami perbedaannya sejak dini sangat penting agar penanganan yang tepat bisa dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih parah.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================