BOGORTODAY.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menggelar gathering sinergi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan transformasi digital di Elingo Restoran, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, Kamis (21/5/2026).
Agenda strategis ini melibatkan sedikitnya 150 aparatur wilayah yang terdiri dari Camat, Lurah, hingga Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) se-Kota Bogor.
Langkah kolaboratif ini sengaja diakselerasi guna membentuk Tim Percepatan PAD sekaligus menyatukan visi dalam mendongkrak target pendapatan daerah dari angka Rp1,7 triliun menuju target baru sebesar Rp2 triliun.
Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa jajaran aparatur wilayah merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan para wajib pajak. Oleh sebab itu, pelibatan aktif mereka menjadi kunci utama dalam mengurai berbagai dinamika di lapangan.
“Piutang PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) dari tahun 2013 sampai 2026 ini jumlahnya cukup fantastis, yakni hampir menembus Rp1 triliun. Melalui gathering ini, kami mensinergikan pola pendataan, penetapan, hingga skema penagihan dengan melibatkan jajaran kelurahan dan kecamatan,” ungkap Abdul Wahid.
Abdul Wahid menambahkan, kemandirian fiskal kini menjadi harga mati bagi Kota Bogor seiring adanya kebijakan pengurangan dana transfer pusat serta pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen.
“Ini waktunya membuktikan kemandirian fiskal kita agar program pembangunan pimpinan daerah dan kesejahteraan pegawai tetap terjaga. PAD adalah kunci utama, dan Bapenda adalah jantungnya,” tegasnya.
Sejauh ini, performa pendapatan berbasis objek pajak di Kota Bogor menunjukkan tren positif hingga bulan Mei 2026. Sektor PBB-P2 telah menembus angka 60 persen dari target Rp225 miliar. Sementara untuk Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor Kafe dan Restoran, realisasinya telah menyentuh angka Rp50 miliar dari target Rp220 miliar.
Guna memaksimalkan sisa waktu tujuh bulan ke depan, Bapenda memanfaatkan transformasi digital untuk menyisir potensi pajak industri kuliner yang tengah menjamur. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 3.000 Kafe dan Restoran yang tersebar di 68 kelurahan se-Kota Bogor.
Dalam proses pendataan, Bapenda meluncurkan aplikasi Si Wahid (Sistem Warga Himpun Data). Melalui aplikasi ini, pelayanan perbaikan PBB-P2 hingga pendaftaran reklame yang semula memakan waktu berhari-hari kini bisa dipangkas melalui sistem One Day Service (ODS).
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















