BOGORTODAY.COM – Pembuatan septic tank di rumah tidak boleh dilakukan sembarangan. Selain harus memperhatikan kualitas konstruksi, posisi dan jarak septic tank juga wajib mengikuti standar agar tidak menimbulkan masalah kesehatan maupun kerusakan bangunan.
Salah satu hal penting yang sering diabaikan adalah peletakan septic tank yang terlalu dekat dengan rumah atau sumber air. Padahal, kesalahan penempatan dapat memicu bau tidak sedap hingga kebocoran gas berbahaya.
Septic Tank Sebaiknya Berada di Luar Rumah
Spesialis Air Limbah, Sanitasi, dan Lingkungan dari PT Kolaborasi Delapan Cemerlang (KodeC), Endro Adinugroho, menjelaskan bahwa septic tank idealnya ditempatkan di area luar rumah.
Hal ini bertujuan agar gas metana yang dihasilkan dari proses penguraian limbah dapat langsung terbuang ke udara terbuka. Jika septic tank berada di dalam bangunan dengan ventilasi buruk, gas bisa terperangkap dan menyebabkan bau menyengat di dalam rumah.
Selain mengganggu kenyamanan, akumulasi gas metana juga berisiko terhadap keselamatan penghuni apabila tidak memiliki sistem pembuangan udara yang baik.
Menurut Endro, kondisi septic tank yang awalnya berada di luar rumah terkadang berubah menjadi berada di bawah bangunan akibat renovasi atau perluasan rumah oleh pemilik.
Pentingnya Mengikuti Standar Konstruksi
Sementara itu, Spesialis Konstruksi dan Sanitasi PT KodeC, Adri Ruslan, mengingatkan bahwa kesalahan dalam pembangunan septic tank dapat menyebabkan kebocoran gas maupun pencemaran lingkungan.
Karena itu, pembangunan septic tank dianjurkan mengikuti ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk terkait jarak aman dengan bangunan dan sumber air.
Jarak Ideal Septic Tank Menurut SNI
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















