
Berdasarkan standar yang berlaku, septic tank sebaiknya memiliki jarak minimal 1,5 meter dari bangunan rumah.
Jarak ini dibuat untuk menjaga struktur pondasi rumah agar tidak terganggu oleh proses penggalian tanah maupun beban konstruksi septic tank.
Selain itu, septic tank juga dianjurkan berjarak sekitar 10 meter dari sumur atau sumber air bersih. Tujuannya untuk mencegah kontaminasi air akibat rembesan limbah.
Jika kondisi lahan sempit membuat jarak tersebut sulit diterapkan, maka sistem septic tank harus dipastikan benar-benar kedap agar limbah tidak bocor ke tanah.
Pipa Hawa Jangan Diabaikan
Komponen lain yang juga penting adalah pipa hawa atau ventilasi septic tank. Pipa ini berfungsi sebagai jalur keluarnya gas metana dari dalam tangki.
Agar tidak menimbulkan bau mengganggu, tinggi pipa hawa disarankan sekitar dua meter atau lebih tinggi dari tinggi manusia.
Ventilasi yang baik membantu mencegah penumpukan gas di dalam septic tank yang dapat memicu tekanan berlebih hingga kebocoran.
Septic tank bukan sekadar tempat penampungan limbah rumah tangga, tetapi juga bagian penting dari sistem sanitasi yang harus dirancang dengan benar.
Penempatan yang sesuai standar, jarak aman dari bangunan dan sumber air, serta sistem ventilasi yang baik dapat membantu menjaga kesehatan lingkungan sekaligus mencegah risiko kerusakan rumah dan pencemaran air tanah.
Karena itu, sebelum membangun septic tank, pastikan konstruksi dan posisinya telah sesuai standar agar aman digunakan dalam jangka panjang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















