
Saat tubuh terlalu lama kosong tanpa asupan makanan, hormon pengatur rasa lapar seperti leptin dan ghrelin dapat terganggu. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah lapar dan cenderung memilih makanan tinggi karbohidrat, gula, atau lemak.
Tak hanya itu, kebiasaan puasa terlalu lama di pagi hari juga dapat meningkatkan risiko resistensi insulin. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, kemampuan tubuh dalam membersihkan kolesterol dari aliran darah menjadi terganggu.
Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa anak-anak yang tidak sarapan cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi lemak dan natrium dibandingkan mereka yang rutin makan pagi. Pola makan seperti ini tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang
Agar kadar kolesterol tetap terkontrol, para ahli menyarankan untuk membiasakan sarapan dengan menu bergizi seimbang. Pilih makanan yang mengandung serat, protein, lemak sehat, serta karbohidrat kompleks agar tubuh mendapat energi yang cukup untuk beraktivitas.
Beberapa pilihan sarapan sehat antara lain oatmeal, telur, roti gandum, buah-buahan, yogurt, atau kacang-kacangan.
Selain sarapan, menjaga kesehatan kolesterol juga perlu didukung dengan gaya hidup aktif seperti rutin berolahraga, cukup tidur, dan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh.
Dengan kebiasaan sederhana seperti sarapan sehat setiap pagi, tubuh bisa lebih bugar sekaligus membantu menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















