
Perbedaan di Dapur: Mana yang Lebih Enak Dimasak?
Dalam dunia memasak, paha ayam sering menjadi favorit karena lebih lembut, juicy, dan tidak mudah kering meski dimasak lama. Konsistensinya cocok untuk berbagai hidangan seperti:
- kari,
- sup,
- ayam kecap,
- ayam bakar,
- hingga sajian slow-cook lainnya.
Sebaliknya, dada ayam cenderung lebih mudah kering jika dimasak terlalu lama. Meski begitu, bagian ini sangat fleksibel dan cepat menyerap bumbu. Dada ayam cocok untuk makanan sehat seperti:
- ayam panggang,
- tumisan rendah minyak,
- steak ayam,
- salad ayam,
- hingga sandwic sehat.
Berger menambahkan:
“Kalau ingin potongan ayam rendah lemak dan tinggi protein, pilih dada ayam. Tapi kalau ingin rasa lebih gurih dengan tekstur lembut, paha ayam bisa jadi pilihan.”
Jadi, Mana yang Lebih Sehat?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan Anda:
Dada ayam cocok bagi:
- pelaku diet penurunan berat badan,
- orang yang butuh protein tinggi,
- mereka yang ingin mengurangi asupan lemak.
Paha ayam cocok bagi:
- individu yang membutuhkan lebih banyak zat besi dan zinc,
- mereka yang menyukai rasa lebih gurih dan tekstur lembut,
- orang yang butuh makanan yang lebih beraroma dan juicy.
Tidak ada bagian yang harus dihindari sepenuhnya. Bahkan Berger menyarankan untuk mengkombinasikan keduanya agar tubuh mendapatkan variasi gizi yang lebih lengkap.
Baik dada maupun paha ayam dapat menjadi pilihan sehat, tergantung kebutuhan nutrisi dan preferensi rasa.
Yang paling penting adalah cara memasaknya. Metode panggang, kukus, atau rebus jauh lebih sehat dibandingkan menggoreng.
Dengan pengolahan yang tepat, ayam—apa pun bagiannya—dapat menjadi sumber protein berkualitas yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















