
Menurut New York Neurology Associates, nyeri kepala akibat tumor sering kali menyerupai migrain atau tension headache (sakit kepala tegang). Pola nyerinya bisa muncul secara bertahap dan mereda dalam hitungan jam.
Ciri Sakit Kepala yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa karakteristik nyeri dan gejala penyerta yang sebaiknya mendapatkan perhatian lebih menurut para ahli:
- Pola yang Tidak Biasa: Munculnya jenis sakit kepala baru yang berbeda dari biasanya.
- Resistensi Obat: Rasa nyeri yang tidak kunjung hilang meskipun sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.
- Waktu Kemunculan: Berdasarkan catatan Mayo Clinic, sakit kepala akibat tumor sering kali terasa sangat intens saat bangun tidur di pagi hari.
- Pemicu Fisik: Nyeri yang semakin hebat saat penderita batuk, mengejan, atau membungkuk.
- Lokasi Nyeri: Jika tumor berada di belakang kepala, nyeri sering disertai sakit leher. Jika di depan, rasanya bisa menyerupai nyeri sinus di area mata.
Gejala Pendukung Lainnya
Selain sakit kepala, diagnosis tumor otak biasanya diperkuat dengan munculnya gangguan fungsi tubuh lainnya, seperti:
- Mual dan muntah secara tiba-tiba.
- Gangguan penglihatan atau pendengaran.
- Kelemahan otot pada tangan atau kaki.
- Kesulitan menjaga keseimbangan tubuh.
- Kejang, vertigo, atau sering merasa bingung.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Mendiagnosis tumor otak hanya berdasarkan frekuensi sakit kepala hampir mustahil dilakukan secara mandiri.
Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk prosedur MRI, untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di dalam tempurung kepala.
Jika Anda mengalami sakit kepala yang terus memburuk seiring waktu, tidak mempan dengan pengobatan biasa, atau disertai gejala neurologis lainnya, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis guna mendapatkan penanganan yang tepat. Wallahu a’lam.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















