BOGORTODAY.COM – Perselisihan antara Sarwendah dan Ruben Onsu terkait nafkah serta pengasuhan anak kembali menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai polemik yang berkembang, Sarwendah berharap seluruh permasalahan yang masih berlangsung dapat diselesaikan secara baik-baik demi masa depan anak-anak mereka.
Harapan tersebut disampaikan Sarwendah saat mengikuti konferensi pers secara virtual melalui panggilan video pada Senin malam. Karena masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, ia menyerahkan sebagian besar penjelasan kepada tim kuasa hukumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sarwendah menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. Ia juga berharap proses yang sedang berjalan dapat mencapai kesepakatan yang mengutamakan kepentingan anak-anak.
Kuasa Hukum Bantah Tudingan Persulit Pertemuan Anak dengan Ayah
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Sewu, membantah tuduhan yang menyebut kliennya menghalangi atau mempersulit pertemuan anak-anak dengan Ruben Onsu.
Menurut Chris, selama proses perceraian berlangsung justru Sarwendah yang lebih sering berupaya menjalin komunikasi secara langsung dengan mantan suaminya. Namun, sebagian besar komunikasi tersebut disebut diarahkan untuk melalui jalur kuasa hukum.
Ia menilai tudingan mengenai sulitnya akses bertemu anak perlu dibuktikan secara jelas. Chris menjelaskan bahwa aktivitas anak-anak, seperti jadwal les dan kegiatan rutin lainnya, juga harus menjadi pertimbangan agar tidak mengganggu kondisi psikologis mereka.
Menurutnya, setiap keputusan terkait pertemuan anak dengan orang tua harus mempertimbangkan kenyamanan dan kebutuhan anak, bukan semata-mata keinginan salah satu pihak.
Polemik Pembagian Aset Ikut Mencuat
Selain isu pengasuhan anak, perdebatan mengenai pembagian harta bersama juga menjadi bagian dari konflik yang belum sepenuhnya selesai.
Chris mengungkapkan bahwa dari beberapa aset yang dimiliki selama pernikahan, Sarwendah hanya menginginkan satu rumah yang nantinya digunakan sebagai tempat tinggal anak-anak. Namun, menurutnya, aset tersebut ternyata masih memiliki kewajiban kredit yang nilainya cukup besar.
Pihak Sarwendah mengaku sempat berupaya mencari jalan tengah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, menurut mereka, muncul sejumlah permintaan baru yang membuat proses penyelesaian menjadi semakin rumit.
Karena itu, Chris berharap persoalan aset dapat dibahas secara terbuka dan menemukan solusi yang adil bagi kedua belah pihak.
Pihak Ruben Onsu Soroti Hak Bertemu Anak
Sebelumnya, tim kuasa hukum Ruben Onsu menyampaikan keberatan terkait pelaksanaan hak pertemuan antara Ruben dan anak-anaknya. Menurut mereka, kesempatan yang telah diatur dalam kesepakatan bersama dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, juga menyoroti keberadaan Giorgio Antonio yang disebut memiliki akses lebih leluasa untuk berinteraksi dengan anak-anak dibandingkan ayah kandung mereka.
Minola menegaskan bahwa hubungan antara anak dan orang tua perlu terus dijaga agar tidak terjadi jarak emosional yang semakin lebar. Menurutnya, kedekatan antara anak dan ayah kandung harus tetap menjadi prioritas demi tumbuh kembang anak yang sehat secara psikologis.
Kepentingan Anak Jadi Fokus Utama
Di tengah berbagai perbedaan pendapat yang muncul dari kedua belah pihak, satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kesejahteraan anak-anak. Baik Sarwendah maupun Ruben sama-sama menyatakan kepedulian terhadap kondisi buah hati mereka.
Publik pun berharap konflik yang masih berlangsung dapat segera menemukan titik temu. Dengan penyelesaian yang baik dan mengedepankan kepentingan anak, hubungan keluarga pasca-perceraian diharapkan tetap terjalin secara sehat dan harmonis demi masa depan anak-anak mereka.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















