
Saat sinyal nyeri dikirimkan, otak terkadang salah mengidentifikasi lokasi asalnya. Akibatnya, rasa sakit yang sebenarnya dipicu dari langit-langit mulut justru dirasakan di area kepala. Dalam dunia medis, fenomena ini dikenal sebagai referred pain atau nyeri alih.
Apakah Brain Freeze Berbahaya?
Secara umum, brain freeze bukan kondisi yang berbahaya dan tidak memerlukan penanganan medis khusus. Sensasi nyeri biasanya hanya berlangsung sekitar 20 hingga 30 detik sebelum menghilang dengan sendirinya.
Karena durasinya sangat singkat, penggunaan obat pereda nyeri umumnya tidak diperlukan. Bahkan, saat obat mulai bekerja, rasa sakit biasanya sudah lebih dulu hilang.
Cara Mengatasi Brain Freeze
Jika mengalami sakit kepala mendadak setelah makan es krim, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu meredakannya lebih cepat.
Salah satunya adalah menempelkan lidah ke langit-langit mulut. Metode ini membantu menghangatkan area yang terkena suhu dingin sehingga proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
Selain itu, menghentikan konsumsi makanan atau minuman dingin untuk sementara waktu juga bisa membantu. Minum air hangat dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan suhu normal di dalam mulut.
Cara Mencegahnya
Pencegahan paling efektif adalah mengonsumsi makanan atau minuman dingin secara perlahan. Hindari menelan atau menggigit es krim terlalu cepat karena perubahan suhu yang mendadak menjadi pemicu utama brain freeze.
Dengan memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi terhadap suhu dingin, risiko munculnya rasa nyeri di kepala dapat diminimalkan.
Jadi, jika suatu saat kepala terasa nyut-nyutan setelah menikmati es krim favorit, tidak perlu panik. Kemungkinan besar itu hanyalah brain freeze, respons alami tubuh yang biasanya akan hilang dalam hitungan detik.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















